Pessel Mulai Diselimuti Kabut Asap, Akibat Karhutla di Dua Provinsi Tetangga

Penulis -

Jumat, 23 Agustus 2019 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Peovinsi Jambi dan Sumatera Selatan kini mulai dirasakan oleh masyarakat di tiga kecamatan, di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Kecamatan yang terdampak oleh kebakaran itu yakni Kecamatan Bayang Utara, Bayang dan IV Jurai.

Camat Bayang Utara, Ronal Bernando mengatakan kabut asap mulai terasa sejak 4 hari terakhir. Namun, ia mengakui belum mengganggu jarak pandang.

“Kabut kini mulai terlihat di sekitar kawasan perbukitan. Biasanya tidak seperti itu,” ungkapnya pada Prokabar.com Jumat (23/8).

Sejak satu bulan terakhir, Karhutla terjadi di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Dari pantauan satelit, terdapat 260 titik api yang membakar lahan gambut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Secara keseluruhan, luasan hutan yang terbakar mencapai 3.000 Hektare. Taman Kanak-Kanak dan sejumlah Sekolah Dasar dikedua provinsi itu mulai diliburkan.

Kendati demikian, lanjut Ronal, ia hingga kini memang belum berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Akan tetapi, pihaknya memberitaukan kondisi itu pada Puskesmas setempat.

Sebagai antisipasi, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) itu kini telah menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis pada masyarakat.

“Persediaannya banyak. Tapi sampai saat ini belum ada keluhan gangguan pernafasan dari masyarakat, “ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumsu Trisno menyampaikan Pessel saat ini belum bisa melakukan pengujian kualitas udara.

Sebab, daerah belum memiliki alat penguji. Selama ini, pengujian kualitas udara di Pessel masih bergantung dari kegiatan tahunan yang dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Namun berdasarkan pengecekkan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Padang terkait dampak Karhutla di Jambi dan Sumsel, kualitas udara di Sumbar masih di ambang batas baik.

“Memang sudah terdampak, tapi belum membahayakan bagi kesehatan masyarakat,” sebutnya.

Terkait alat pengujian, Dinas Lingkungan Hidup Pessel telah mengusulkan pada DPRD untuk pengadaan alat deteksi kualitas udara, sehingga tidak lagi bergantung pada daerah lain.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dirinya berharap usulan itu bisa terealisasi pada tahun anggaran 2020. Sebab, usulan telah dibahas melalu pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Berdasarkan pengamatan BMKG, kabut asap akibat Karhutla di Jambi dan Sumsel, kualitas udara Sumbar mulai menurun. Asap terbawa karena hembusan angin Tenggara.

“Angin itu yang membawa debu polutan hasil karhutla. Apalagi mulai Agustus Sumbar memasuki fase kering kedua,” terang Kepala BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Kototabang Wan Dayantolis,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB