Pessel Miliki Sektor Perikanan Laut, Ini Penjelasan Arlindawati

Penulis -

Selasa, 22 Januari 2019 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), memiliki berbagai potensi besar dalam sektor perikanan laut, sehingga memberikan jaminan ekonomi bagi masyarakat di wilayah ini.

Kenapa demikian, daerah ini memiliki garis pantai yang yang cukup panjang, yakni 242,2 kilometer mulai dari utara Siguntur batas Kota Padang hingga selatan Kecamatan Silaut batas Provinsi Bengkulu.

Dengan garis pantai yang cukup panjang itu, sehingga tidak mengherankan lagi 20 persen penduduk di daerah itu yang saat ini telah mencapai 546 ribu jiwa, menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan (DP) Pessel, Arlindawati mengatakan, tahun 2018 lalu produksi perikanan laut Pessel baru mencapai dikisaran 30 ribu ton.

“Angka itu bejumlah tercapai maksimal bila dilihat dari besarnya potensi produksi perikanan laut yang dimiliki sebesar 100 ribu ton per tahun,” ujarnya.

Dijelaskanya, beberapa kecamatan yang diandalkan menjadi penyokong dalam pemenuhan target itu diantaranya, Kecamatan Koto XI Tarusan, Lengayang, Batangkapas, Sutera, Ranahpesisir dan Linggo Sari Baganti.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Pada beberapa kecamatan itu jumlah kapal bagan ada sebanyak 215 unit, kapal tonda sebanyak 231 unit, kapal payang 301 unit, pukat tepi 205 unit, dan kapal kecil sebanyak 1.570 unit pula.

Khusus kapal-kapal kecil ini, mesin penggeraknya menggunakan mesin tempel dengan waktu melaut hanya dari pagi hingga siang hari,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, secara bertahap daerah itu melalaui Dinas Perikanan akan terus berupaya meningkatkan sarana tangkap.

“Kenapa demikian, selama tahun 2018 kita telah menyalurkan berbagai paket bantuan kepada masyarakat nelayan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Termasuk juga puluhan unit unit mesin tempel dan jaring ikan. Bantuan itu juga akan terus dilakukan selama tahun 2019 ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Di Sumbar, khususnya Pessel merupakan salah satu daerah yang paling produktif dalam hal penangkapan ikan.

Karena daerah yang produktif, sehingga hasil tangkapan nelayan daerah ini, mampu menembus pasar enam provinsi.

Diantaranya, Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan dan Sumbar sendiri,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB