Wisata

Pesona Sarasah Badarun Maninjau, Destinasi yang Terpendam

Maninjau, Prokabar – Keindahan alam Danau Maninjau sudah terkenal ke Asia dan Eropa. Seperti Buya Hamka pernah berkata, “Danau Maninjau Diciptakan Allah sambil tersenyum.” Tidak hanya itu, Soekarno yang pernah singgah terkucak kagum dengan salah satu Geopark Nasional tersebut. Sampai-sampai melahirkan sebuah pantun dari Presiden Pertama Republik Indonesia ini. “Jika makan arai pinang, makanlah dengan sirih hijau. Jangan datang ke tanah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau,” begitulah bunyi pantun dari sahabat Buya Hamka tersebut.

Selain hamparan kaldera Danau Maninjau, dalam hutan rimbanya terdapat belasan air terjun yang hampir belum terjamah. Keindahan disertai kesejukan alam yang sangat asri dan menyegarkan.

Salah satunya, Air Terjun Tujuh Tingkat atau Sarasah Badarun di Jorong Gasang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam ini. Meski sudah sering dikunjungi wisatawan atau masyarakat setempat, namun belum terkelola dengan baik. Keasriannya semakin terasa, ketika melintasi jalur sungai kecil milik masyarakat. Sumber kehidupan yang masih utuh terjaga oleh masyarakat.

Yulia, salah satu pengunjung mengatakan suasana alam di Sarasah Badarun sungguh-sungguh indah dan menyenangkan. Meski sudah tiga kali berkunjung, tapi tiodap pernah bosan dan selalu menyenangkan hati dan pikiran.

“Suasananya sangat sejuk, tapi bagaimana pun juga namanya saja alam kita pasti merasakan suasana mistis, banyak pepohonan dan bebatuan. Tapi bila digali dari sudup pariwisatanya, sangat bagus. Disekitar Sarasah ini sudah bersih dan tidak terlalu semak belukar lagi,” terangnya.

Jarak perjalanan dari jalan utama hanya sekitar 10 menit perjalanan dengan jarak tempuh hanya sekitar 300 hingga 500 meter saja. “Sangat dekat jika hanya menuju Sarasah Badarun pertama,” ungkapnya.

Sarasah Badarun Maninjau terdapat tujuh tingkat, tingkat pertama sudah terlihat indah dan mengagumkan. Bila dilanjutkan ke atas perbukitan, akan menemukan 6 buah air terjun lagi dengan beragam keindahannya.

Sementara itu, Walinagari Maninjau, Alfian mengatakan Pemerintahan Nagari Maninjau memang sudah berencana mengembangkan destinasi wisata Sarasah Badarun tersebut. Hanya saja masih terkendala sumber daya manusia yang belum memadai.

“Kita harus membangun sumbar daya manusia yang memadai, untuk bisa mengelola destinasi wisata ini. Jika dikelola asal-asalan, akan berdampak buruk pada alam sekitarnya. Apalagi ini juga sumber air bersih masyarakat setempat,” kata Alfian.

Tahun 2020 kita sudah anggarkan untuk persiapan pengelolaan dan pengembangan destinasi Wisata Sarasah Badarun. Dan membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, yang dipimpin Bupati Indra Catri, meningkatkan destinasi Wisata Danau Maninjau.

“Kita bersama masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, akan terus berkerjasama dalam pengembangan wisata Danau Maninjau ini. Terutama Sarasah Badarun ini. Karena jelas akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Secara tidak langsung mendukung Program Save Danau Maninjau dan Agam Madani,” tutupnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top