Pertamina : Tidak Ada Kelangkaan Gas LPG

Penulis -

Sabtu, 22 Mei 2021 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Untuk menjangkau masyarakat sampai kepelosok Nagari, penyaluran LPG di Kabupaten Pasaman saat ini dilayani oleh 3 agen resmi, melalui 120 pangkalan resmi dan tersebar pada 12 kecamatan serta di 37 nagari.

Untuk memastikan stabilasasi harga dan distribusinya, Pertamina melakukan pengecekan ke daerah tersebut, agar tidak ada hoax yang membuat resah banyak orang.

Dari hasil cek lapangan di kabupaten Pasaman didapati stok ketersediaan cukup di pangkalan, dengan harga sesuai ketentuan dengan HET Rp.18.600/tabung mengacu pada Pergub no 95 tahun 2014.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara itu, sampling harga di warung-warung (non pangkalan) atau pada tingkat pengecer, berkisar antara Rp22.000-Rp. 25.000 /tabung.

“Kami menghimbau pangkalan agar menjual sesuai HET yang berlaku, bilamana terdapat pangkalan yang melanggar maka akan kami proses sesuai ketentuan,” tegas petugas Pertamina Yudhi yang melakukan inspeksi mendadak saat mengecek pangkalan.

Ditambahkan Yudi, mereka terus berkoordinasi dengan agen wilayah Kabupaten Pasaman, untuk memprioritaskan penyaluran LPG 3kg ke wilayah sentra pemukiman hingga pelosok Nagari.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Kami juga Berkoordinasi dengan Disperindag Pasaman untuk monitoring pendistribusian LPG 3 Kg supaya lebih tepat sasaran di wilayah ini, termasuk pada tingkat pengecer,” tambahnya Lagi.

Dia juga menegaskan, jika ada berita atau informasi yang mengatakan, kelangkaan atau harga melambung tinggi, itu hanya hoax dari orang-orang tertentu, untuk membuat stabilisasi daerah goyang, dan tidak perlu dipercaya karena ada indikasi tertentu dari orang-orang atau kelompok tersebut.

“Kalau ada kelangkaan atau harga melonjak, pasti pemerintah kabupaten atau kota melalui Dinas Perindag sudah berkordinasi dengan kita (Pertamina-red), karena mereka selalu memantau sampai ke sudut Nagari yang sulit terjangkau,” terangnya Yudi lagi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sampai saat ini, kabupaten Pasaman dan daerah lainnya di Sumatera Barat tidak ada kendala dalam memenuhi kebutuhan LPG masyarakat, jangan terpancing dengan isu dari orang-orang tertentu menyangkut gas rakyat ini, karena keinginan mereka hanya membuat gejolak dan mengambil keuntungan dalam keresahan masyarakat.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB