Padang, Prokabar – Kepala SMK SMAK Padang, Silvania Lorina, S.Si., M.Si., melaksanakan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (10/7). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara SMK SMAK Padang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Sumatera Barat didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Suryanto.
Audiensi ini menjadi momentum bagi Silvania untuk memperkenalkan diri secara resmi sebagai Kepala SMK SMAK Padang sekaligus melanjutkan hubungan baik yang telah lama terjalin antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan SMK SMAK Padang. Hubungan yang harmonis tersebut telah terbangun sejak Mahyeldi Ansharullah menjabat sebagai Wali Kota Padang dan terus berlanjut hingga kini sebagai Gubernur Sumatera Barat.
Pada kesempatan tersebut, Silvania, yang didampingi oleh Kepala Subbag Tata Usaha Mila Handrefa serta para Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) semua bidang, memaparkan berbagai capaian dan perkembangan SMK SMAK Padang sebagai sekolah vokasi industri di bawah Kementerian Perindustrian RI. Berbagai prestasi peserta didik, kualitas lulusan, serta tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap SMK SMAK Padang menjadi salah satu fokus pembahasan dalam audiensi tersebut.
Selain menyampaikan perkembangan sekolah, Silvania juga menyampaikan harapan agar Gubernur Sumatera Barat berkenan hadir sekaligus melantik lulusan SMK SMAK Padang Tahun Ajaran 2025/2026 pada acara Pelantikan Lulusan yang akan diselenggarakan pada 16 Juli 2026 di ZHM Premiere Hotel Padang.
Menurutnya, kehadiran Gubernur akan menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi para lulusan untuk mengabdikan kompetensi yang dimiliki dalam mendukung pembangunan daerah dan kemajuan industri nasional.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap perjalanan serta kontribusi SMK SMAK Padang dalam mencetak sumber daya manusia industri yang unggul. Beliau mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dan kecintaan yang besar terhadap SMK SMAK Padang yang selama ini telah menjadi salah satu sekolah vokasi terbaik di Sumatera Barat.
Mahyeldi juga memberikan perhatian terhadap tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMK SMAK Padang. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah pendaftar pada tahun ini mencapai sekitar 4.960 calon peserta didik, sementara daya tampung sekolah hanya 288 siswa. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMK SMAK Padang.
“Sangat disayangkan masih banyak anak-anak Sumatera Barat yang belum dapat diterima karena keterbatasan daya tampung. Ini menjadi perhatian bersama,” ungkap Gubernur.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi industri di Sumatera Barat, Mahyeldi menyatakan komitmennya untuk mendorong penambahan kapasitas SMK SMAK Padang, termasuk harapan agar pembangunan sekolah dapat dikembangkan sehingga mampu membuka sedikitnya dua rombongan belajar (rombel) tambahan pada masa mendatang.
Beliau juga menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, khususnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), mengingat SMK SMAK Padang merupakan satuan pendidikan vokasi yang berada di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian.
Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara SMK SMAK Padang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Diharapkan sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus ditingkatkan guna mendukung pengembangan pendidikan vokasi industri, memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda, serta mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia industri. (fky)
















