Padang, Prokabar — Kasus perkelahian yang melibatkan dua pelajar di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu 6 Februari 2021 mendapat sorotan dari Nurani Perempuan Women Crisis Center Sumbar. Sebab perkelahian berujung kematian itu diduga melibatkan seorang perempuan.
Direktur Nurani Perempuan WCC Sumbar, Meri Yanti, Minggu (6/2), menyebut bahwa baku hantam antar dua pelajar ini, meski ditanggapi dengan bijak oleh masyarakat dan tidak terlalu menyalahkan siswa perempuan yang diperebutkannya.
“Jika terus menyalahkan siswa perempuan, akan berdampak buruk terhadap psikologisnya. Masyarakat, orang tua dan guru harus bijak agar kejadian ini tidak terulang kembali,” terangnya.
Sebelumnya, pelajar berinisial FKK (17) merupakan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) tewas setelah mengalami luka dibagian kepala karena dipukul menggunakan helm oleh pelaku NR (17).
Kasat Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, kejadian berawal dari percakapan via WhatsApp antara pelaku dan korban. Keduanya terlibat cekcok karena pelaku berpacaran dengan mantan korban. Entah kenapa, pelaku dan korban janjian untuk bertemu di lokasi tersebut.
“Ketika korban dan temannya sampai di lokasi yang telah di janjikan, korban turun dari sepeda motor dan pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan helm hingga korban terjatuh ke aspal,” katanya.
Perkelahian itu sempat di lerai warga yang berada di sekitar lokasi. Lantas, korban yang mengalami luka parah dilarikan ke rumah sakit.
“Nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia di RS Yarsi Bukittinggi,” katanya. (gas)
















