Perhimpunan KB PII Sumbar : Polisi Harus Basmi Premanisme di PGAI

Penulis -

Jumat, 4 November 2022 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Sumatera mendesak aparat kepolisian untuk membasmi perilaku premanisme terhadap Yayasan atau Sekolah Persatuan Agama Islam (PGAI) di Jati, Padang.

Ketua Ketua Perhimpunan KB PII Sumatera Barat, H. Eyunus, SH menyatakan premanisme di PGAI terlalu vulgar, secara bergerombolan mereka masuk ke sebuah badan hukum/satuan pendidikan dan mempertontonkan kekerasan

“Mereka dengan leluasa masuk dan memukul kepala sekolah. Pemukulan juga dilakukan terhadap anak atau anggota keluarga kepala sekolah yang berusaha melindungi Ayahnya dari pemukulan,” katanya.

Baca Juga :  Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Pemukulan bahkan dilakukan di hadapan guru-guru dan siswa SMA PGI Padang. Ini keterlaluan.

“Mereka menganggap seperti tak ada hukum saja. Padahal, Jati itu sangat dekat wilayah hukum Polresta atau Polda Sumatera Barat,” ujarnya.

“Kami menduga ada aktor intelektual atau “orang kuat” yang mendalangi premanisme ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Maigus Nasir Resmi Buka MTQN ke-42 Tingkat Kecamatan Padang

Aparat kepolisian harus bertindak cepat. Tidak hanya memproses secara adil laporan dugaan penganiayaan yang telah dilaporkan oleh Saudara Yurnalis, selaku kepala sekolah dan anaknya Saudara Taufikul Hakim yang juga menjadi korban.

“Namun secara Presisi ke depan, aparat kepolisian harus memberikan rasa aman pada mereka yang bekerja dan bernaung di PGAI,” jelasnya.

Dalam hal ini, diharapkan aparat lebih responsif. Tidak hanya menunggu laporan. Itulah Presisi yang menjadi motto Kapolri.

Baca Juga :  Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia

“PGAI itu asset ummat. Tidak boleh ada premanisme, atau anasir jahat yang ingin menguasai PGAI secara ilegal,” tambahnya.

Jika ada ada pertikaian, maka hukumlah yang harus menjadi panglima penyelesaian. Bukan kekerasan/premanisme.

“Selaku organisasi Alumni PII, kami akan mengawal kasus ini. Kami juga akan mencoba berkoordinasi dengan aparat hukum yang ada di daerah, ataupun di pusat,” pungkasnya. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahmat Saleh: Laporan IKM terhadap Abu Janda Harus Diproses hingga Tuntas
Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026
Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage
Wakil Wali Kota Maigus Nasir Resmi Buka MTQN ke-42 Tingkat Kecamatan Padang
Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia
Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI
Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut
Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rahmat Saleh: Laporan IKM terhadap Abu Janda Harus Diproses hingga Tuntas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:24 WIB

Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:56 WIB

Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:43 WIB

Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB