Perempuan Tidak Bisa Memimpin, Hanya Stigma!

Penulis -

Jumat, 21 Februari 2020 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Sejak Sumatera Barat menjadi provinsi, berikut dengan kabupaten dan kota, belum satupun perempuan yang memimpin lembaga eksekutif. Padahal dalam sistim matriakat Minangkabau, posisi perempuan dihormati.

“Ini menjadi persoalan, resistensi perempuan sebagai pemimpin masih terjadi, khususnya di kalangan niniak mamak di Minangkabau,” ungkap prof. Reni Maryeni.

Perempuan dalam kepemimpinan lokal ini dibahas oleh Jaringan Pemred Sumbar dengan narasumber Deputi Startegis Lemhanas, Reni Maryeni, Anggota DPR RI Nevi Zuairina dan birokrat serta budayawan Sastri Yunizarti Bakri.

Nevi menyebut kesempatan perempuan untuk masuk ke ranah publik memang cukup sulit dilakukan, karena banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Perempuan yang terjun ke politik harus memiliki kriteria yang sempurna, harus punya kapasitas, harus ada dukungan suami dan yang paling penting harus punya jaringan, jaringan ini yang cukup sulit dibentuk, bahkan perempuan banyak yang enggan untuk memilih perempuan,” jelas Nevi Zuraina, Anggota DPR RI dan Fraksi PKS.

“Dalam Islam, tidak ada larangan untuk perempuan masuk ke ruang publik sebagai pemimpin,” sambungnya.

Persoalan perempuan ini adalah karena kapasitasnya masih dipandang sebelah mata. Tidak hanya di politik, tapi juga di birokrasi.

“Saya sudah merasakan bagaimana woman equal tidak terbentuk di birokrasi. Seharusnya diberikan kesempatan yang sama antara laki laki dan perempuan di ranah publik,” tutur Sastry Yunizarti Bakri.

 

Dalam diskusi tersebut dibangun Komitmen untuk membentuk gerakan perempuan pilih perempuan yang berintegritas.

“Kita harus investarisir dan munculkan perempuan-perempuan Sumbar. Ini perlu digerakkan dengan melakukan pertemuan-pertemuan, kaderisasi dan branding dalam berbagai kegiatan sosial,” ungkap anggota DPR RI Nevi Zuairina.

Untuk tahap awal, dalam bentuknya bisa dalam wadah kaukus dulu. “Jika ada yang potensial jadi pemimpin, bisa dimulai dari wakil dulu. Kepala daerah masih berat. Namun, kaum laki-laki harus beri ruang,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Deputi Strategis Lemhanas Reni Mayerni. Dalam waktu dekat, dirinya mendorong adanya pertemuan tokoh perempuan Sumbar yang kini banyak berkiprah di tingkat nasional maupun Sumbar.

“Nah, di sana nanti kita bicarakan bagaimana menginventarisir, kaderisasi dan memberikan supporting jika ada yang ingin berkiprah di legislatif dan eksekutif di Sumbar,” ujarnya usai FGD.

Sedangkan Widyaiswara Kemendagri Sastri Yunizarti Bakri menyebutkan, gerakan perempuan Sumbar ini perlu dilakukan sebagai proses awal untuk kaderisasi pemimpin di Sumbar.

“Untuk itu, perempuan harus kompak dulu. Tingkatkan kompetensi, kapasitas dan wawasan serta memahami akar budayanya. Ketika memimpin harus bisa membuat skala prioritas,” ingatnya.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB