Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Peredaran Narkorba, Trafficking dan Illegal Fishing di Sumbar Perlu Pengawasan Bersama

Dibaca : 143

Bengkulu, Prokabar — Menyadari perkembangan kondisi kekinian, illegal fishing, trafficking dan peredaran narkorba, dirasa perlu dilakukan pengawasan bersama antar provinisi di Sumatera karena potensi yang ada masih banyak diambil pihak lain. Kemudian kepulauan Mentawai sebagai daerah terluar Indonesia bagian barat, dikhawatirkan dengan potensi wisata besar itu orang datang lewat laut membawa narkoba.

Hal tersebuy disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyikapi 10 rumusan “Memorandum Of Raflesia” yang akan disepakati bersama pemerintah provinsi se Sumatera dalam Rapat Rakor Gubernur se Sumatera di Hotel Grage Bengkulu, Selasa (9/7).

Lebih lanjut Wagub Sumbar sampaikan, saat ini Sumbar masih lemah dalam pengawasan laut, sementara potensi laut cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama nelayan.

“Dengan ada pengawasan bersama tentu secara langsung ini juga memudahkan kita menyusun program kepada kementerian terkait dan pihak keamanan saling berkoordinasi untuk mengamankan, menjaga wilayah laut,” ungkapnya.

Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera 2019 digelar pada 8 hingga 10 Juli 2019 di Bengkulu dan menghasilkan “Piagam Memorandum of Raflesia” yakni 10 komitmen bersama gubernur se Sumatera. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top