Daerah

Peredaran Narkoba di Pasaman Barat Cukup Memprihatinkan, Ini Buktinya

Pasaman Barat, Prokabar — Peredaran narkoba di Pasaman Barat sangat mengkhawatirkan. Barang haram ini, cukup mudah didapat dalam pergaulan bebas para pecandunya. Ini terungkap saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan kegiatan asesmen terpadu terhadap satu orang tersangka kasus penyalahgunaan narkotika di Kantor BNN setempat, Kamis (18/7).

Asesmen ini dijalani AF (23) tersangka kasus kepemilikan atau pemakai sabu, warga Kecamatan Luhak Nan Duo.

Kepala BNN Kabupaten Pasaman Barat, Irwan Effenry AM mengatakan, asesmen ini merupakan wujud dari implementasi UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika khususnya pasal 54 dan 127 dan surat edaran Mahkamah Agung No 04 Tahun 2010 serta peraturan bersama 7 lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret 2014 tentang penanganan pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi.

Dijelaskan Irwan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka ikutan memakai narkoba karena coba-coba yang akhirnya ketagihan sehingga ketergantungan dan terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.

Tim asesmen terpadu ini, terdiri dari II tim yang berasal dari Kepolisian Satuan Narkoba Polres Pasbar, Dokter Puskesmas Sungai Aur dan Puskesmas Kinali, dan jaksa. Tim pertama, ada penyidik BNN, penyidik Polri dan jaksa. Tim ini bertugas melakukan penyidikan keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana.

Sedangkan tim kedua ada dokter yang tergabung dalam tim asesmen medis. Bertugas untuk menentukan tingkat adiksi atau kecanduan tersangka serta kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahguna.

Hasilnya nanti, rekomendasi yang dilampirkan dalam berkas perkara sebagai salah satu pertimbangan bagi hakim untuk membuat amar putusan. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top