Padang, Prokabar – Perbaikan saluran pipa induk yang putus akibat terjangan air besar baru bisa dilakukan apabila debit air sungai berkurang.
Perusahaan juga tidak ingin mengabaikan keselamatan karyawan disaat pemasangan kembali pipa yang putus di saat debit air sungai yang masih membesar.
Perusahaan saat ini telah melakukan distribusi air melalui mobil tangki yang bekerjasama dengan BPBD Kota Padang.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Padang Afrizal Kuning pasca putusnya beberapa pipa induk Perumda AM, Rabu sore.
“Semua tergantung alam, apabila hujan terus turun dan debit air terus membesar bagaimana karyawan akan bekerja untuk melakukan pemasangan kembali, kita baru bisa bekerja apabila debit air sungai kembali normal,” katanya, Kamis (17/11).
Adapun daerah yang terdampak tidak produksinya air di IPA Latung dan Taban, Palukahan adalah Komplek Permata Surga, Sungai Lareh, Kalumbuk, Anak Aie.
Berikutnya, Lubukbuaya Ujung, Talaok Bakok, Sasok Ubi, Gurun Laweh Utara, Jalan Teknologi, sebagian Siteba, Sungai Bangek dan Parak Buruak.
Sementara daerah terdampak efek putusnya pipa transmisi Paraku 400 adalah Jondul, Arai Pinang, Parak Laweh, sebagian daerah Pampangan, Cendana Mata Air, yang kalau dihitung sekitar 20 ribu lebih pelanggan akan terdampak atas putusnya pipa induk tersebut.
Selanjutnya Perumahan Filano Parak Karakah, Kubu Dalam, Andalas Raya, Lubuk Lintah Kalawi, sebagian Cendana Andalas.
Termasuk Alai Parak Kopi, Sutomo Marapalam, Parak Gadang, Muaro, Penggalangan, Pondok sebagian, Aur Duri dan Gurun Laweh. (vky)
















