Daerah

Perantau Ini Nikmati Touring di Sumbar, Begini Pengalamannya

Dibaca : 417

Agam, Prokabar — Perjalanan menikmati keindahan alam Sumatera Barat akhirnya terwujud dari Perantau asal Agam ini. Setelah lama berhasrat, keinginan itu pun terwujud bersama lima orang rekan kerjanya.

Hendra Tala (40), Perantau yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Selain pulang liburan ke Kampung Halamannya di Muaro Pauah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, juga berkesempatan melepas rindu dengan Ibu bersama saudara-saudari beserta karib kerabat dan sahabat.

“Saya bersama rekan-rekan sungguh sangat senang dan bahagia. Karena perjalanan menjelajahi keindahan Ranah Minang akhirnya dapat kami rasakan. Ini sungguh indah. Sumatera Barat memang memiliki beragam keindahan dan pesona,” ungkap HendraTala bersama rekan-rekan raidersnya, akhir pekan lalu.

Usai dijemput salah seorang sahabat ke Bandara Internasional Minangkabau, pertualangan touring langsung tancap gas ke Mandeh, Pesisir Selatan. Dan penjelajahan ke destinasi wisata unggulan Sumatra Barat itu diperindah dengan cuaca cerah.

“Dari Kawasan BIM menuju Mandeh kami menempuh perjalanan selama dua jam dengan kondisi aspal jalan terbilang sangat baik ketimbang di daerah Jawa. Kita melintasi Bungus, Sungai Pisang tembus Sungai Pinang hingga sampai ke Panaroma Puncak Paku. Di sini kita duduk santai hingga sore. Perjalanan dilanjutkan selepas magrib, kemudian menuju Maninjau. Melintasi jalur utama Padang, Bukittinggi sampai Kelok 44,” terangnya.

Hari pertama berhasil dilaluinya dengan penuh semangat namun cukup melelahkan. Di Hari kedua, perjalanan dilanjutkan Rute Kelok 9 melintasi Kelok 44, Panta Matur, Ngarai Sianok, Lobang Jepang Bukittinggi, menuju Payakumbuh.

“Di hari kedua, keseruan yang kami dapatkan lain pula senangnya. Perjalanan penuh tantangan dan padat arus. Sesampai di Kelok 9, hati terasa nyaman, tenang dan puas. Dan kami kembali menikmati senja di salah satu ikon wisata Sumbar ini,” tuturnya.

Setelah menikmati Panaroma Kelok 9, para penjelajah ini melanjutkan perjalanan kembali ke Sungai Batang. “Di Pusat Kota Payakumbuh, rombongan itu berkesempatan menikmati kuliner Sate Danguang-danguang. Serta dihampiri Tim Gabungan Polres Payakumbuh dan Satpol PP Payakumbuh untuk Operasi Yustisi Tentang Protokol Kesehatan Covid-19. Beruntung kami selalu patuh menjalani aturan berlalu lintas dan prokes,” ujarnya.

Puas menikmati Sate Danguang-danguang, perjalanan pulang berlanjut hingga sampai pukul 23.00 WIB di Kampung Kelahiran Buya Hamka tersebut. “Melelahkan memang, namun kepuasan dan keinginan kami tercapai dengan baik. Kami senang bisa menikmati perjalanan dan keindahannya,” imbuhnya.

Di hari ketiga, awalnya menikmati keindahan Kebun Teh dan Danau Kembar, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. “Kami agak sedikit kelelahan. Sehingga rute perjalanan terpaksa kita persingkat, cukup menikmati Lawang Park, Puncak Lawang dan Kota Bukittinggi. Kami senang dan puas dengan perjalanan ini,” tutup Hendra. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top