Jakarta, Prokabar – Tenggelam di industri perfilman Indonesia seperti sekarang ini bukanlah fokus utama bagi Weni Panca. Jauh sebelum jadi artis peran, Weni ingin sekali menjadi seorang sutradara.
Ingin mewujudkan cita-cita kecilnya saat itu, Weni mencoba melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). “Dulu aku pengen jadi sutradara film. Makanya kuliah di IKJ jurusan perfilman. Tapi nggak ngelanjutin keburu ketagihan main FTV,” aku wanita asal Padang, Sumatera Barat ini.

Weni pun mengisahkan perjalanan karirnya hingga bakat aktingnya itu dilirik rumah produksi asal Negeri Jiran. Bahkan Weni mengaku tenggelam berkarir di dunia seni peran setelah diajak temannya.
“Awalnya itu dijeblosin teman mulai tahun 2015. Diajakin sama temen aku kasting FTV. Masih ingat judulnya waktu itu Love Kazam,” kenang Weni sambil tertawa.
Weni mengaku aktingnya saat itu sangat tak sesuai dengan harapan. Bahkan Weni menganggap karakternya sebagai antagonis itu jelek sekali.

“Karena pertama kali, aktingnya jelek banget. Jadi antagonis anak kuliahan rempong banget, rebutan cowok gitulah,” aku Weni yang saat itu dapat bayaran tak seberapa.
Tak mau berpuas diri dengan perannya itu, Weni selalu mengoreksi diri. Melihat kembali aktingnya itu, Weni selalu memperbaiki di projek FTV lain. “Aku terus lihat hasil aktingku. Koreksi diri dan terus belajar, karena memang aku secara otodidak nggak sampai ikut sekolah akting,” ungkapnya.
Weni pun bersyukur selalu mendapat ilmu dari aktris dan aktor senior yang main bersama di projek FTV. Ia menyebut aktris senior Lelly Sagita yang memberi pelajaran berharga dalam perjalanannya di dunia seni peran.
“Aku banyak belajar banyak dari aktris senior Lelly Sagita. Dulu pernah main FTV bareng, beliau jadi ibu mertua yang jahat. Aku banyak belajar bagaimana jadi seorang antagonis dari beliau,” tutur Weni.
Berbagai peran dan karakter telah Weni lalui dengan penuh percaya diri. Setiap ada kesempatan kasting film, Weni selalu mencoba. Hingga usahanya itu menarik perhatian rumah produksi Bidar Batavia Group dan Lorong Films tahun 2016 lalu lewat film Missing You.

“Sudah coba pengalaman di FTV, lalu aku coba kasting film dan Alhamdulillah dapat peran di film horor Missing You. Peran pertama saya jadi hantu, nggak apa-apa deh yang penting main film,” selorohnya.
Kebolehan Weni kembali dilirik rumah produksi lainnya dan ia pun kembali memerankan hantu di film Rasuk. “Sampai sekarang jadi langganan peran hantu. Aku juga main di film Munafik 2 produksi Skop asal Malaysia. Ini jadi debut pertama aku main di luar Indonesia,” bangganya. (beb)
















