Trending | News | Daerah | Covid-19

Film

Perankan Karakter Baba di Serial ‘Jadi Ngaji’, Tabah Penemuan Rasakan Sensasi Berbeda

Dibaca : 185

Jakarta, Prokabar — Setelah ngobrol bareng pemeran Lukman (Shandy William) di serial ‘Jadi Ngaji’, kali ini @Se2ruan kedatangan pesinetron Tabah Penemuan.

Istimewanya, aktor spesialis antagonis ini datang langsung ke studio dan berbincang seru bersama Ifan Ohsi. Bukan lagi membahas perannya sebagai ‘orang jahat’, kali ini Tabah Penemuan justru mengisahkan tentang karakternya sebagai Baba.

“Baba ini ayah dari Lukman di serial ‘Jadi Ngaji’ yang tayang di Goplay. Meski sudah selesai syuting, panggilan Baba masih melekat sampai sekarang. Artinya memang karakter Baba ini cocok dengan sosok Tabah Penemuan,” jelas Ifan membuka perbincangan.

“Ngangenin, suasana kekeluargaannya. Seperti satu keluarga dalam rumah, berbagai tabiat kumpul. Keakraban yang diciptakan dari awal sampai akhir, kesannya ikut terus sampai sekarang,” timpal Baba.

Selama menjalani proses syuting ‘Jadi Ngaji’ garapan sutradara Muthia Zahra Feriani, Baba mengaku merasakan sensasi yang berbeda. Biasanya setiap perannya di sinetron diselesaikan dengan waktu yang cepat.

“Sebaliknya ini series terpanjang. Biasanya dalam lima tahun ini, peran dalam satu episode bisa diselesaikan satu hari. Tapi di sini per episode bisa tiga hari, termasuk jeda tiga bulan karena masa pandemi,” jelas Baba.

Meski sempat tertunda, Baba bersyukur karena serial ‘Jadi Ngaji’ jadi tayangan syarat pesan moral yang baik. “Alhamdulillah serial ini related dengan kehidupan keluarga sehari-hari. Ada pesan moral yang baik, jadi alasan mengapa saya tertarik dengan peran Baba,” ungkapnya.

Kali pertama terlibat dalam produksi Arseri Creative House, Baba tertarik dengan satu scene adegan. Dimana hanya ada Baba, Mamam (diperankan Dewi Irawan) dan putranya, Lukman.

“Nggak sampai setengah jam baca berulang. Sekali take saja diambil, ternyata adegan itu pesannya tersampaikan di kepala sutradara,” akunya.


Tantangan terbesar pun dialami Baba ketika membangun chemistry bersama aktor muda seperti Shandy William. Sedangkan dengan Dewi Irawan, Baba mengaku tak merasakan kesulitan.

“Justru membangun chemistry dengan Lukman jadi tantangan. Anak muda yang keras mentality-nya, keasah dengan pengalaman gamer yang handal. Sedangkan dengan Dewi Irawan sudah terbangun, kita pernah satu judul sebelumnya. Ketiga peran inilah yang kuat,” tambahnya lagi.

Hal yang berbeda ketika sudah ditentukan peran Baba dan Mamam, sutradara justru melibatkan Tabah Penemuan dan Dewi Irawan. Keduanya dipersilakan memilih pemain Lukman yang sesuai dengan kriteria mereka.

“Baru kali ini jadi pemeran tapi diminta menyeleksi pemain lain. Tujuannya memang untuk mempermudah, tapi justru bikin kita mikir. Inilah keunikan seorang Muthia yang penyabar sekaligus ngeselin,” candanya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top