Perang Panta, Kisah Beruang Hitam Dan Tengkorak Merapi Lawan Penjajahan Belanda Di Nagari Sariak

Penulis -

Sabtu, 28 Desember 2019 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Pada 1949, Kelompok Pendekar Pemuda-pemudi dari dua perguruan Beruang Hitam dan Tengkorak Merapi, sepakat melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda yang masih bertahan di Nagari Sariak Banuhampu (Berbatas dengan Sungai Pua). Meski Indonesia telah memproklamirkan Kemerdekaannya 17 Agustus 1945, dari kaum penjajah tersebut masih saja belum angkat kaki dari Bumi Pertiwi.

Bahkan kekejaman dan kezalimannya terus terjadi kepada penduduk, hingga amarah pemuda-pemudi tersebut memuncak disaat terbunuhnya seorang pemuda Sariak oleh kaum penjajah di hadapan banyak penduduk. Atas dasar semangat juang mempertahankan kemerdekaan dan melawan kezaliman penjajah, berhimpunlah para pejuang kalangan muda yang tergabung dua kelompok.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Beruang Hitam dan Tengkorak Merapi, dua kelompok pemuda-pemudi Sariak, mengatur strategi dan rencana penyerangan terhadap kaum penjajah Belanda. Dengan adanya granat sisa bom peninggalan penjajahan Jepang, serta peralatan tradisional, pejuang berdarah muda itu pun memulai pertempuran.

Perang Panta pun meletus pada 4 Januari 1949. Perlawanan masyarakat dipelopori dua kelompok pemuda-pemudi itu berkobar untuk mengusir kaum penjajah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Begitulah kisah Perang Panta, perlawanan masyarakat Sariak terhadap kekejaman dan kezaliman penjajahan Belanda. Semangat Kemerdekaan dipelopori Kelompok Beruang Hitam dan Tengkorak Merapi, menjadi inspirasi kita saat ini.

Pemuda dan pemudi harus memiliki semangat juang dan tangguh, menghadapi kehidupan. Terutama melawan segala bentuk penjajahan dan kezaliman.

Sejarah tersebut tercatat dan diabadikan dengan monumen atau tugu Perjuangan Perang Panta oleh Pemerintahan Nagari Sariak, Kecamatan Banuhampu, Kebupaten Agam, Sumatra Barat. Dibangun dimasa kepemimpinan Walinagari Nagari Sariak, Junaidi Datuak Bandaro Gadang dan jajarannya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Semestinya, semangat juang tersebut terus berlanjut meski bangsa ini telah berdaulat dan berkebangsaan Indonesia. Mengisi Kemerdekaan dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia dan tata kelola Sumbar Daya Alam yang baik. Mencintai dan mengamalkan nilai-nilai sosial budaya asli sebagai identitas budaya bangsa Indonesia. (rud).

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB