Perang Melawan Stunting, Semen Padang Serahkan Gizi Tambahan di Pauh

Penulis -

Sabtu, 3 September 2022 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kampanye Perang Melawan Stunting yang dilakukan PT Semen Padang dalam rangka mendukung program Generasi Emas 2045 terus digelar. Kali ini, kampanye tersebut dilakukan di Kecamatan Pauh, Kota Padang, dalam bentuk pemberian makanan tambahan untuk balita stunting.

Sebelumnya, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, juga mengampanyekan Perang Melawan Stunting di Kecamatan Lubeg dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Kampanye tersebut, diawali dengan perjanjian Kerjasama antara PT Semen Padang dengan Kecamatan Lubeg tentang Program Cegah Stunting.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang mengatakan, kampanye Perang Melawan Stunting yang diwujudkan melalui pemberian paket makanan tambahan bergizi untuk balita stunting itu, merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Pemberian paket gizi tambahan ini dilakukan mulai September hingga Desember mendatang. Di Pauh, terdapat 18 balita stunting yang mendapatkan paket makanan tambahan bergizi yang terdiri dari beras 10 kg, gula 1 kg, susu 2 kotak, minyak goreng 2 liter, telur 1 pak dan kacang hijau 1 kg. Masing-masing balita stunting akan dapat 1 paket setiap bulannya, ” kata Iskandar, Jumat (2/9/2022).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sebelumnya, Kepala Unit CSR Semen Padang Rinold Thamrin menyebut bahwa paket makanan tambahan bergizi untuk balita stunting itu diberikan dalam rangka percepatan penurunan dan meminimalisir angka stunting di Pauh, Lubeg dan Lubuk Kilangan dengan objek dari bayi stunting berusia di bawah 2 tahun (Baduta).

“Baduta stunting menjadi perhatian, karena berkaitan dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai berusia 2 tahun. Di mana selama masa itu, bayi dari kandungan sampai dilahirkan dan berusia 2 tahun mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,” kata Rinold.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Rinold menambahkan melalui bantuan makanan tambahan bergizi ini, maka diharpakan pada tahun 2045, baduta stunting ini tumbuh menjadi generasi unggul dan berkualitas. “Makanya, Perang Melawan Stunting yang kami kampanyekan sekarang ini diharapkan dapat menyukseskan program Genarasi Emas 2045,” pungkas Rinold. (*/eym)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB