Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

Peranan Penting Rumah Kompos Sang Surya dalam Pertanian Agam

Dibaca : 204

Banuhampu, Prokabar — Pertanian di Kabupaten Agam cukup terbilang serius dan sangat memadai. Secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan dan bahkan mengekspor hasil pertaniannya ke luar daerah Sumatra Barat.

Dimasa Pemerintahan Kabupaten Agam, melalui kepemimpinan Bupati Agam Indra Catri, Dinas Pertanian Agam beserta pendamping petani, sangat intensif membantu segala kendala dihadapi petani mereka. Al hasil, kemajuan dalam sisi ketahanan pangan itu menunjukan hasil. Terutama menghadapi bencana Covid-19 ini.

Setelah melakukan kunjungan ke sejumlah petani sayur mayur dan bawang di Matur, Sapi Peranakan Ongele (PO) di Malalak, pertanian padi di Tilatang Kamang dan Kamang Mudiak. Kini, giliran Banuhampu dikunjungi orang nomor satu Kabupaten Agam tersebut.

Bupati Agam, Indra Catri sangat serius menghadapi Covid-19. Tidak hanya pada kesiapan tenaga medis, OPD melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) dan kepatuhan masyarakat saja. Ketahanan pangan juga menjadi persoalan utama, dalam menghadapi wabah virus tersebut.

Berkunjung kesejumlah kelompok tani, dengan tujuan memastikan kecukupan ketahanan pangan seluruh masyarakat. Untuk jangka waktu tertentu, dimana kapan berakhirnya musibah ini belum dapat diprediksi.

Agar tidak terjadi chaos, maka segala kemungkinan terjadi harus dipersiapkan sedetail mungkin. Sehingga dapat solusi dan tidak gagap menghadapi segala persoalan. Terutama kebutuhan pokok masyarakat utamanya.

Kunjungan Bupati Agam, Indra Catri diawali ke kelompok tani Baramban, Jorong Kandang Jilatang, Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu. Di sana beliau melihat pengemasan atau pecking sejumlah hasil produk pertanian yang juga ada diolahan. Salah satu kelompok tani yang cukup maju dan berkembang baik.

Nah, dari Pakan Sinayan Bupati Agam, menyinggahi Rumah Kompos Sang Surya di Jorong Taluak, Nagari Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu. Di kelola kelompok tani PHT Saiyo Sakato.

“Ini hasil produksi yang bagus. Mampu produksi sebulan 28 ton atau 800 karung. Bisa lebih apabila musim tanam,” ungkap Bupati Agam, Indra Catri beberapa waktu lalu.

Ya, Rumah Kompos Sang Surya memproduksi pupuk organik 800 karung atau 20 ton sebulan. Dijual satu karung seharga Rp50 ribu perkarungnya. Dapat memenuhi kebutuhan pertanian, terkhusus untuk tanaman Hortikultura.

“Bila dijual Rp50 ribu perkarung, dalam sebulan Rumah Kompos Sang Surya mampu menghasilkan Rp40 juta dengan hasil produksi 28 ton pupuk tersebut,” terangnya.

Kunjungan tersebut tentu memastikan kecukupan pupuk kompos sebagai bahan utama pertanian tanaman Hortikultura. Di sini, petani juga ikut memproduksi kentang dengan lahan yang tersedia.

Bupati Agam, Indra Catri pun sempat ikut memanen kentang di Nagari Cingkariang, bertetangga dengan Nagari Taluak IV Suku. “Mengingat pemberlakuan PSBB tahap II, petani yang telah menerapkan protokol Covid-19 dalam beraktifitas. Pakai masker, jaga jarak, serta selalu menjaga kebersihan dan kesehatan,” pungkas Doktor IPDN Sumedang tersebut. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top