Budaya

Peran Penting Tabuik Bagi Kota Pariaman

Pariaman, Prokabar – Iven Pesona Hoyak Tabuik Piaman merupakan tulang punggung pariwisata Kota Pariaman. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar sebelum anak tabuik pasa dan subarang basalisiah usai melaksanakan prosesi “Manabang” atau “Maambiak Batang Pisang” di Simpang Tabuik, Kampuang Cino, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sabtu lalu (15/9).

Tabuik merupakan Iven budaya yang cikal bakal lahirnya visi dan misi Pariaman sebagai tujuan wisata. “Kunjungan wisatawan setiap iven ini, mencapai ratusan ribu jiwa. Mulai dari Simpang Tabuik hingga ke Pantai Gandoriah saat acara Puncak Hoyak Tabuik dipenuhi manusia tampak sesak. Bila dilihat dari kamera drone, Pariaman seperti dipenuhi semut yang berdesakan menyaksikan duo Tabuik Piaman,” ungkapnya.

Ia melanjutkan Atraksi Budaya ini sudah terkenal di Mancanegara dan tercatat sebagai Iven Nasional dan Internasional yang diapungkan Kementerian Pariwisata RI. Dan hal tersebut harus dijaga agar wisatawan nyaman dan aman menikmati iven wisata ini.

Ia kembali menghimbau kepada masyarakat dan jajarannya untuk memberikan pelayanan dan atraksi terbaik kepada pengunjung. “Sudah menjadi suatu keharusan kita sebagai tuan rumah, melayani tamu dengan sebaik-baik keramahtamahan budaya timur kita. Masyarakat Pariaman wajib menjaga keamanan dan ketertiban selama iven tabuik berlangsung,” tuturnya.

Puncak acara Maambiak Batang Pisang, adanya pertemuan atau berselisihnya antara kedua Kubu pembuat Tabuik yakni Tabuik Subarang dan Tabuik Pasa. Lokasi penebangan batang pisang untuk Tabuik Pasa berada di Simpang Galombang, sedangkan Tabuik Subarang dilaksanakan Kampuang Kaliang.

Prosesi kedua yang jatuh pada tanggal 5 Muharram ini dilakukan dengan menebang batang pisang menggunakan pedang panjang bernama Jarnawi. Hal ini menggambarkan ketajaman pedang pembunuh Ziad bin Syarik Attamimi, algojo pengeksekusi Husain saat terjadinya Perang Karbala.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Elfis Chandra mengatakan tahun 2017 kemaren, iven tabuik dihadiri sekitar 200 ribu wisatawan yang datang ke Pariaman.

“Pada tahun ini kita targetkan kunjungan selama tabuik berlangsung sekitar 400 ribu wisatawan nusantara dan mancanegara,” Kata Elfis.

Ia melanjutkan, butuh peran aktif semua lapisan masyarakat untuk menyebarkan informasi iven pesona hoyak tabuik 2018 ini di media sosialnya masing-masing. Sehingga animo masyarakat luar daerah akan semakin besar berdatang. Mereka akan dokumentasikan melalui video dan foto kemudian disebar melalui media sosialnya.

“Sebagai informasi prosesi ritual ketiga adalah Maatam dan Maarak Jari-jari pada tanggal 7 Muharram, bertepatan hari Senin tanggal 17 September 2018 mendatang. “Kita berharap hingga acara Puncak pada 23 September 2018 nanti, semua kegiatan berjalan lancar dan aman terkendali,” tutup Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pariaman tersebut. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top