Padang, Prokabar – Maling memang tidak pandang bulu, tak peduli bahwa barang yang dicuri adalah untuk keselamatan seluruh warga.
Seperti pencurian peralatan shelter tsunami di Padang. Akibatnya, proses mitigasi tsunami dapat terganggu. Pemerintah Kota Padang sangat menyesalkan aksi pencurian ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Barlius sangat menyesalkan terjadinya aksi pencurian sejumlah peralatan shelter tsunami yang ada di daerahnya.
Seperti yang terjadi di shelter tsunami Masjid Darussalam, Tabing. Sudah dua kali terjadi aksi pencurian di lokasi ini.
“Di sana, pencuri menggondol aki dan kabelnya. Pencurian ini tentu akan mengganggu proses mitigasi,” kata Barlius, kemarin.
Menurut Barlius, masyarakat di sana sudah berupaya untuk menjaganya, namun karena faktor usia dan sudah tua-tua, jadi tidak kuat untuk ronda, sementara pemudanya sedikit.
Namun, sebaliknya, sambung Barlius, shelter tsunami di Masjid Nurul Haq Parupuk Tabing cukup bagus pengelolaannya. Lapangannya juga jadi lapangan bulu tangkis.
Untuk mengantisipasi tidak terulangnya kasus pencurian peralatan di shelter tsunami tersebut, BPBD Padang sudah merancang pencegahannya dengan memperkuat pengamanan tempat peralatan.
“Kita berharap setelah pembenahan dan peralatannya lengkap, tidak ada lagi kasus pencurian di shelter ini,” ungkap Barlius.
Lebih lanjut Barlius mengatakan, saat ini di Kota Padang terdapat sebanyak 3 shelter. Pada tahun 2021 ini tidak ada penambahan.
“Kita akan berusaha menambahnya lagi dengan meminta bantuan ke PUPR dan BNPB. Setidaknya 2 shelter lagi untuk di daerah Padang Sarai dan Purus,” ungkap Barlius. (*)
















