Agam, Prokabar — Proses penyelenggaraan Pemilu 2019 telah berlangsung alot dan melelahkan. Kegiatan pemungutan suara yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB dan penutupan berlangsung sampai pukul 13.00 WIB.
Sementara, proses penghitungaan dimulai dari pukul 14.00 WIB berlanjut sampai larut malam. Bahkan ada pula yang baru tuntas sampai pukul 8 pagi (18/4). Beragam persoalan telah dilalui KPPS atau panitia penyelenggara. Termasuk leletnya penuntasan dan kesalahan teknis penghitungan. Hal tersebut membuat kekecewaan dari sejumlah pihak, seperti Pengawas TPS, Saksi-saksi Caleg dan petugas lainnya.
Hal demikian menjadi bahan evaluasi dari Panitia Penyelenggara terutama KPPS, PPK hingga KPU. Termasuk di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Menurut Ketua Bawaslu Kecamatan Tanjung Raya, Nofrizal, proses pelaksanaan pemilu 2019 kali ini hampir sama dengan proses penyelenggaraan sebelumnya. Meski proses berlangsung alot dan banyak kendala, namun berjalan aman dan lancar.
” Ya cukup sukseslah, meski ada kendala-kendala namun berjalan baik,” ujarnya.
Kendala dilalui terutama pada petugas KPPS yang sering tidak memahami tugasnya lanjut Ketua Bawaslu Kecamatan Tanjung Raya Tersebut.
KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) banyak yang muda dan baru, sehingga tidak banyak pengalaman. Harusnya, ada satu orang dari petugas ini yang senior dan memiliki bekal yang cukup.
Persoalan tersebut dibenarkan Ketua PPK (Panitia Penyelenggara Kecamatan) Tanjung Raya, Rino Fernando. “Alhamdulillah, proses pelaksanaan pemilu 2019 di Tanjung Raya berjalan lancar, aman dan damai. Namun kendala terjadi di saat adanya isu atau berita hoax tentang memperbolehkan masyarakat menggunakan KTP meski berdomisili di daerah lain, padahal itu tidak benar,” ungkap Rino.
Ia melanjutkan KPU Agam juga telah memberikan Aplikasi khusus petunjuk kepada KPPS sebagai petunjuk kerja. Petunjuk manual berupa buku pun telah diberikan. Karena banyaknya petugas yang baru dan tidak memiliki pengalaman, juga salah satu kemungkinan terjadinya kendala.
“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada KPPS yang telah bekerja siang malam. Cukup melelahkan namun Alhamdulillah berjalan dengan baik,” terangnya.
Ia melanjutkan KPPS sudah sangat gencar melakukan Bimbingan Teknis, sosialisasi maupun pembinaan lainnya. “Hanya saja mereka banyak yang baru, sehingga masih belum banyak pengalaman dan belum maksimal. Sehingga sering trouble saat penyelenggaraan,” lanjutnya.
Di Kecamatan Tanjung Raya, terdapat 120 TPS dari 9 nagari. Jumlah kotak mencapai 600 kotak. Sampai pukul 10 tadi baru 5 nagari yang mengantarkan kembali kotak logistik hasil penghitungan suara. Sementara, yang lain masih proses perjalanan.
“Hal ini menjadi pengalaman berarti bagi kita semua, untuk dapat menjadi penyelenggara lebih baik di masa akan datang. Dan berharap proses pemilu 2019 ke tingkat Kabupaten dan Pusat berjalan Aman, Tertip, Damai dan lancar,” pungkas Ketua PPK Tanjung Raya tersebut. (rud)
















