Pesisir Selatan, Prokabar – Masih minimnya kesadaran masyarakat, pelaku wisata dan wisatawan yang berada di kawasan Mandeh, menggerakan sejumlah penyelam dan komunitas peduli lingkungan pesisir dan laut dengan aksi bersih, Minggu (19/8).
Kegiatan dikoordinator Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat tersebut diikuti Komunitas Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, Tabuik Diving Club (TDC), UNP Diving Club, Andesvin Diving, BPSPL Padang serta Putra-putri Maritim Sumbar.
Kegiatan dimulai dari pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan 3 titik di kawasan Mandeh. Titik pertama dilakukan di Objek Wisata Minat Khusus Selam di Bekas Kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam masa penjajahan kolonial Belanda.
15 orang turun bersamaan dengan Buddy atau dua orang masing-masing pasangan penyelam. Mereka membersihkan sampah dalam laut beserta tali atau hal yang merusak terumbu karang. Terutama sampah plastik yang bertebaran dalam laut.
Titik kedua, membersihkan sampah yang bertebaran di wilayah pantai objek wisata Pulau Setan. Disana Putra-putri maritim bersama TDC, DKP, Komunitas DP Bung Hatta dan BPSPL Padang, merangkul pengunjung bersama pelaku wisata setempat untuk memungut sampah.
Sedangkan titik ke tiga, di Pulau Sironjong. Lokasi tersebut biasanya selain lokasi menyelam, di situ juga ada objek wisata terjun bebas. Di sana mereka kembali melakukan pembersihan.
Kepala Seksi Konservasi dan Keanekaragaman Hayati DKP Sumbar, Doni Rahma Saputra menyebutkan kegiatan tersebut serentak dilaksanakan 73 titik se Indonesia. “Untuk Sumbar, dilaksanakan 2 titik. Pertama di Kawasan Muaro Padang dan titik kedua di Mandeh ini,” kata Doni.
Peserta lanjutnya, sebanyak 50 orang lanjutnya, terdiri dari beragam kominitas pelestari lingkungan. “Mereka baik dari bentukan Pemerintah Pusat maupun komunitas sosial pemuda-pemudi yang aktif bergerak menjaga kelestarian pantai dan laut.
Sementara itu, Indrawadi selaku Koordinator Pelaksana Bersih Pantai dan Laut Sumbar tersebut menyebutkan sebelum aksi dilakukan, terlebih dahulu dilakukan rangkaian persiapan tim yang akan menjalankan misi sosial itu.
“Kami beragam komunitas peduli lingkungan ini melakukan brifing terlebih dahulu. Agar pelaksanaan terencana dan terstruktur dengan baik,” kata Indra.
Ia melanjutkan, lokasi wisata Mandeh yang gencar mendapat perhatian Pemerintah Pusat saat ini sangat banyak didatangi wisatawan dari berbagai mancanegara. “Sering kali kesadaran pelaku wisata dan wisatawan belum baik menjaga sampah dan kebersihannya. Untuk itu, kita harus bersama-sama melaksanakan aksi ini agar masyarakat setempat lebih giat menjaga sekaligus menghimbau wisatawan menjaga kebersihannya. Istilah penyelam biasanya minum air, namun kami ubah menjadi menyelam sambil memungut sampah,” tutur Pimpinan Diving Proklamator Bung Hatta tersebut.
Tidak hanya itu, Hendrisman salah satu staf Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Dan Laut (BPSPL) Padang juga menyebutkan Keikut sertaan semua pihak untuk peduli menjaga kelestarian dan kebersihan menjadi bagian penting juga untuk kemajuan wisata atau sains nantinya. “Semoga aksi ini dapat dilanjutkan terus serta menyadarkan masyarakat dan wisatawan menjaga sampah hasil makan dan minuman mereka,” ungkap Hendri.
Citrha Aditur Bahri selaku perwakilan Tabuik Diving Club sangat senang kegiatan yang diselenggarakan ini. “Kita berbuat bukan untuk mengikuti perintah manapun, melainkan rasa kepedulian kami pada lingkungan ini,” tegas Citrha.
Ia melanjutkan, aksi sosial ini berharap terus berlanjut dan berbuat. Terutama sesama driver kompak menjadi pelaku peduli kelesarian laut. “Kegiatan ini sangat positif dan memberikan contoh langsung kepada masyarakat. Terutama kegiatan berlangsung di hari libur, wisatawan banyak berdatangan. Sehingga kepedulian itu turut serta diikuti wisatawan maupun pelaku wisata di sekitar Mandeh,” tutup Pembina Tabuik Diving Club tersebut. (Rud/hdp)
















