Padang, Prokabar – Persoalan penyandang disabilitas yang mengaku disuruh ke luar Masjid Raya Sumbar dengan alasan kursi roda tidak suci, masih berbuntut panjang.
Pihak perusahaan penyedia jasa satpam tidak terima dengan informasi yang disebar Abraham Ismed melalui akun instagram @boy1492.
Direktur Operasional PT WJP Muhammad Bayu Abdullah menyampaikan, akan melaporkan Abraham Ismed ke pihak kepolisian jika tidak meminta maaf 2×24 jam kepada pihak satpam atas informasinya yang menyesatkan kepada publik.
“Apa yang dituduhkan kepada satpam kami tidaklah benar. Untuk itu kami tunggu permohonan maaf yang bersangkutan kepada publik melalui media sosial, cetak maupun elektronik,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, apa yang dikirimkan atau yang diunggah oleh Abraham tidak sesuai apa yang terjadi di lapangan. Bahkan katanya video yang dikirim Abraham sudah melalui proses edit.
“Kami juga punya rekaman cctv, yang bersangkutan datang bersama 3 orang temannya (satu perempuan) langsung ke lantai dua pada Sabtu (19/1) pukul 17.30 WIB.
Mereka, lanjut Bayu, ingin melakukan semacam diskusi. Lantas didatangi satpam dan ditegur sesuai aturan Masjid ada batas suci dan tidak diperbolehkan membawa kursi roda. Namun saat itu Abraham tidak terima dan beralasan akan shalat, kemudian satpam menawarkan jasa untuk membantu.
Bayu juga mengklaim saat kejadian kursi roda untuk disabilitas sudah tersedia namun saat itu tidak ada koordinasi dari Abraham.
“Saya lihat postingan akun media sosial yang bersangkutan seorang aktivis dan semua dikritik termasuk trotoar. Dia inginnya Masjid standar dia bukan standar pemerintah atau masjid. Kalau semua kita biar seperti ini semua minta standarnya nanti, tuna rungu minta standar mereka begitu juga dengan tuna netra. Akhirnya habis dong, tujuan ke masjid untuk beribadah dan seluruh elemen bukan minoritas saja,” katanya.
Bayu melanjutkan, ketidaksenangan pihaknya atas postingan Abraham yang memvonis satpam tidak benar padahal belum tentu kebenarannya, bisa membuat orang berpandangan satpam begitu bejat. Bayu menilai, dari pandangannya Abraham seolah-olah mencari sensasi padahal bisa berkoordinasi dengan pihak pengurus.
“Seolah-olah dia mencari simpati dari orang lain, ditambah dengan sholat di halaman masjid kemudian difoto. Dari cctv kami ada semua. Dia mengatakan diusir tapi bertahan sampai shalat Isya,” ujarnya.
Disampaikan Bayu, dalam persoalan itu anggotanya hanya menjalankan standar operasional prosedur (SOP) masjid tempat mereka ditempatkan.
“Soal kesucian di masjid, orang tidur di masjid kami bangunkan. Yang tidak punya sarung kami kasih sarung. Sama perlakuan kami kepada semua jemaah dan pengunjung. Namun jika persoalan kemarin dibiarkan maka yang lain nanti juga akan menuntut perlakuan sama. Tentu kami yang disalahkan,” tukasnya.
Bayu mengaku sudah menyampaikan persoalan itu kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melalui asisten pribadi gubernur.
“Kami ini juga mencari solusi, ada semacam mediasi antara Abraham dan kami. Saya sudah DM tapi tidak ada tanggapan. Lalu kami buat status di media sosial baru ada tanggapan,” tukas Bayu.
Sementara Abraham Ismed mengakui menerima Direct Message (DM) oleh akun @Abdullah181077. “Ya allah, saya sempat diancam juga lewat dm,” ujarnya.
Sebelumnya, Abraham Ismed mengunggah foto dan video di Instagram pada Minggu 20 Januari 2019. Inilah Keterangan yang ditulis pada postingan tersebut:
Masjid Untuk Siapa ??
Kemarin sakit saya mendapat kejutan dari para penjaga masjid, saya yang duduk di kursi masjid, dengan alasan kursi roda tidak suci dan sebagainya …
Alasan ini sesuai dengan saya sedikit tidak logis, sebagai pertanda disabilitas, kursi roda adalah Membalas dari kaki saya .. Apakah saya harus mengesot merangkak atau berguling ke dalam masjid untuk sembayang dan mencari bertemu dengan saya ???
Sebagai seorang muslim ini bukan yang pertama kali saya mendapat penilaian seperti ini di pihak masjid .. Saya yang menunggu kedepan nya tidak ada yang seperti ini lagi untuk pengguna kursi roda.
Padang belum inklusif, sumbar belum inklusif, indonesia tidak ramah disabilitas …
#diablitas, #difable, #diskriminasi, #tidakramah, #kejahatan, #ham, #padang, #sumaterabarat, #indonesia, #kursiroda, #tertindas, #marjinal. (*/mbb)
















