Tanah Datar, Prokabar- Penyakit Kuku dan Kulit (PMK) pada ternak warga terdeteksi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Plt Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani mengatakan, saat ini mulai merebak kembali virus pada ternak berkuku genap, yaitu pada kerbau, sapi, kuda, kambing, dan bahkan babi.
Untuk Indonesia saat ini sudah ada sekitar 10 Kabupaten dan Kota yang terkena wabah PMK. Untuk Tanah Datar sendiri kasus yang diduga mirip virus PMK juga sudah ditemukan, namun sapi tersebut berkemungkinan berasal atau dibeli diluar Tanah Datar.
“Terakhir kami mendapatkan informasi di daerah Palangki Kabupaten Sijunjung sudah ada ternak yang terpapar PMK, dan juga ada ternak di Tanah Datar yang memilkii gejala mirip,” kata Sri.
Sri Mulyani mengaku, saat ini pihaknya juga sudah mengambil tindakan terhadap hewan tersebut, sudah diisolasi, sudah diinjeksi dengan vitamin untuk meningkatkan imun, kemudian sudah dikarantina, dan bahkan sudah ditekankan ke pemilik untuk tidak memindahkan ke kandang lain.
“Kita juga akan mengambil sampel ke balai veteriner untuk diperiksakan apakah ini positif atau tidak, namun demikian kita akan segera membuat himbauan Bupati dan kepada stakeholder terkait untuk merapatkan barisan untuk sama sama mencegah wabah ini,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk dua minggu kedepannya berkemungkinan pihaknya akan menutup pasar ternak Batusangkar untuk memutus peredaran virus PMK.
Menyambut hari raya Idul Adha Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk lebih memaksimalkan sapi yang ada di Kabupaten Tanah Datar.
“Untuk kedepannya kita maksimalkan ketersediaan sapi yang ada di Tanah Datar, kita akan ubah mindset masyarakat biasanya lebih cenderung ke sapi, tapi lebih diperbanyak juga ke kambing ataupun domba,” pungkasnya. (eym)
















