Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan Terdeteksi di Tanah Datar

Penulis -

Selasa, 17 Mei 2022 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Penyakit Kuku dan Kulit (PMK) pada ternak warga terdeteksi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Plt Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani mengatakan, saat ini mulai merebak kembali virus pada ternak berkuku genap, yaitu pada kerbau, sapi, kuda, kambing, dan bahkan babi.

Untuk Indonesia saat ini sudah ada sekitar 10 Kabupaten dan Kota yang terkena wabah PMK. Untuk Tanah Datar sendiri kasus yang diduga mirip virus PMK juga sudah ditemukan, namun sapi tersebut berkemungkinan berasal atau dibeli diluar Tanah Datar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Terakhir kami mendapatkan informasi di daerah Palangki Kabupaten Sijunjung sudah ada ternak yang terpapar PMK, dan juga ada ternak di Tanah Datar yang memilkii gejala mirip,” kata Sri.

Sri Mulyani mengaku, saat ini pihaknya juga sudah mengambil tindakan terhadap hewan tersebut, sudah diisolasi, sudah diinjeksi dengan vitamin untuk meningkatkan imun, kemudian sudah dikarantina, dan bahkan sudah ditekankan ke pemilik untuk tidak memindahkan ke kandang lain.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kita juga akan mengambil sampel ke balai veteriner untuk diperiksakan apakah ini positif atau tidak, namun demikian kita akan segera membuat himbauan Bupati dan kepada stakeholder terkait untuk merapatkan barisan untuk sama sama mencegah wabah ini,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk dua minggu kedepannya berkemungkinan pihaknya akan menutup pasar ternak Batusangkar untuk memutus peredaran virus PMK.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menyambut hari raya Idul Adha Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk lebih memaksimalkan sapi yang ada di Kabupaten Tanah Datar.

“Untuk kedepannya kita maksimalkan ketersediaan sapi yang ada di Tanah Datar, kita akan ubah mindset masyarakat biasanya lebih cenderung ke sapi, tapi lebih diperbanyak juga ke kambing ataupun domba,” pungkasnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB