Padang, Prokabar – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali berdampak terhadap transportasi udara, khususnya penerbangan domestik.
Bagaimana tidak, sebagian maskapai terpaksa membatalkan penerbangan mereka karena penumpang yang sepi.
Nel, salah seorang penumpang pesawat udara yang hendak bertolak ke Solo Kamis (8/7) esok tiba-tiba dibatalkan keberangkatannya oleh pihak maskapai.
“Sebenarnya kami berangkat Kamis itu pukul 11.00. Kemudian diundur jadi 14.00, kemudian diinfokan jika dipercepat jadi pukul 09.00. Tapi malam ini anak saya ditelpon pihak maskapai, kalau dibatalkan,” ucapnya saat dihubungi prokabar.com.
Meski sempat kecewa dengan pembatalan yang dilakukan, namun ia hanya bisa pasrah dengan keputusan pihak maskapai itu.
“Kami ke Solo ada pernikahan anak kami disana. Tapi karena sudah diundur dan dipercepat dan akhirnya dibatalkan, biarkan sajalah. Pihak keluarga yang di Jakarta saja yang menghadiri lagi,” ulasnya.
Sementara itu, Humas Bandara International Minangkabau Fendrik saat dikonfirmasi jika tidak ada penutupan terhadap bandara di Sumatera Barat.
Pembatalan yang dilakukan maskapai , katanya, bisa saja karena ketiadaan penumpang.
“Masih ada pesawat (terbang), normal. Cuma aturan bertambah, mesti (penumpang) melampirkan vaksin dan PCR. Mungkin penumpangnya tidak ada tu bang (pembatalan oleh maskapai). Sepi iya,” tulis Fendrik saat dihubungi.
Disisi lain, Jerry salah seorang manajemen maskapai Citylink Sumbar mengaku belum bisa memberikan penjelasan terkait dampak PPKM darurat terhadap penerbangan tujuan Sumbar maupun sebaliknya.
“Belum ada arahan dan release dari pusat bang. Kalo ada kami share,” tulisnya singkat. (eym)
















