Daerah

Penumpang Bus Meningkat Pasca Lonjakan Tiket Pesawat, Ini Tanggapan Organda Sumbar

Dibaca : 627

Padang, Prokabar Penumpang bus trayek Padang – Jakarta meningkat drastis pasca melambungnya harga tiket pesawat yang ditetapkan maskapai penerbangan dengan rute yang sama. 

“Idealnya harga tiket untuk penerbangan domestik itu minimal satu juta, supaya angkutan bus kembali bisa berkembang. Sekarang harga tiket mahal kita juga tidak mau, karena bisa membunuh pengusaha maskapai. Kita sama pengusaha, jadi sama-sama untung lah,” kata Ketua Organda Sumbar S. Budi Syukur kepada media, Selasa (15/1/) di Padang.

Meski diuntungkan, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat (sumbar) juga tidak mendukung kenaikan harga tiket yang terlalu mahal. Karena sama-sama berdampak kepada kedua transportasi tersebut.

Disaat harga tiket pesawat murah, pengusaha bus akan terpekik, karena pengusaha bus sudah menginvestasikan uangnya yang sangat besar di bidang itu.

Satu bus saja kata Budi, ada sekitar dua miliar uang yang di investasikan. 

Jika harga pesawat murah, Otomatis penumpang akan memilih pesawat dibanding bus, karena lebih cepat sampai tujuan.

“Kalau tiket pesawat murah, mereka akan rugi. Siapa yang bertanggungjawab? Oleh sebab itu, kita meminta pemerintah agar menetapkan harga yang ideal agar pesawat dan bus sama-sama untung,” jelasnya.

Budi Syukur juga mengakui, beberapa bulan terakhir ini penumpang bus trayek Padang-Jakarta dan Padang-Medan kembali meningkat.

“Berdasarkan data organda,  biasanya masing-masing PO hanya memberangkatkan satu bus dalam sehari. Dibanding dengan sekarang bisa memberangkatkan tiga sampai empat bus dalam satu hari,” tambahnya. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top