Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Pemkab Pasaman Produksi Masker

Dibaca : 151

Pasaman, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Pasaman benar-benar mengerahkan seluruh kekuatan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus corona. Salah satu upaya yang paling terasa manfaatnya ialah produksi masker.

Ribuan masker bakal diproduksi melalui tangan-tangan lulusan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman.

Kepala Dinas, M.N Susilo mengatakan, langkah itu diambil untuk mengatasi kondisi kelangkaan masker di tengah kebutuhan melonjak saat ini. “Proses produksi masker secara massal kita mulai hari ini. Para penjahit adalah lulusan dan alumni BLK yang pernah dilatih. Mereka terdiri dari 16 orang untuk menjahit ribuan masker dalam waktu sepuluh hari kedepan,” terang M.N. Susilo, Kamis (26/3).

M.N Susilo mengatakan, kegiatan menjahit ribuan masker ini merupakan kegiatan kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui UPTP BLK Padang sebagai perwakilan Kemnaker RI di Sumbar, Riau dan Kepri.

“Sesuai arahan Menteri Tenaga Kerja secara langsung sebagai upaya ikut serta mencegah peningkatan pandemi virus corona, BLK melalui alumninya yang sudah bisa menjahit membuat masker dari kain khusus. Tidak seluruh BLK, se Indonesia hanya 77 BLK yang ditugaskan, termasuk salah satunya UPT BLK Lubuk Sikaping,” jelas M.N. Susilo.

M.N. Susilo berharap, dengan produksi massal masker ini diharapkan bisa dipergunakan warga disaat langkanya masker dan tingginya harga masker di Pasaran.
“Jika sudah selesai di jahit, nanti kita akan serahkan kepada Bapak Bupati Pasaman untuk diserahkan ke Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Gugus Tugas Covid-19, BPBD, PKK, DWP untuk dibagikan ke warga,” tukasnya.

Sementara Kepala UPT BLK Lubuk Sikaping, Haryadi menyebutkan dalam produksi massal masker tahap satu ini ditargetkan menghasilkan 3.200 buah masker siap pakai.
“Tiap rombongan alumni ini terdiri dari 16 orang. Setiap orang ditargetkan memproduksi minimal 25 masker. Jadi dalam waktu 10 hari kedepan ditargetkan bisa memproduksi 3.200 masker,” tukas Haryadi. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top