Lubuk Basung, Prokabar.com – Generasi penerus menjadi titik utama dalam pembangunan bangsa dan negara.
Merekalah penyambung tonggak estafet dan calon pemimpin sepuluh hingga dua puluh tahun kedepan.
Jika tidak disiapkan sejak dini saat ini, maka akan terjadilah krisis kepemimpinan dan kehancuran.
Agar mempersiapkan generasi emas, tentu diawali guru yang trampil, cerdas, religius dan berkarakter. Dan pendidikan itu dimulai sejak anak usia dini.
Reido Deskumar, salah seorang pemerhati pendidikan dan pola asuh anak usia dini mengatakan, pendidikan anak dimulai dari rumah atau tempat tinggal mereka.
Ibu dan ayah adalah guru pertama sekaligus sosok teladan dari anak.
“Kedua orang tua merupakan roll model pertama yang akan ditiru dan dicontoh dalam berucap, melangkah, berjalan hingga bersikap, berfikir dan bertindak. Jika ibu dan ayahnya tidak memiliki pengetahuan tentang ilmu atau pola asuh anak sejak dini hingga dewasa, akan kesulitanlah guru saat anak-anak mereka di sekolahkan disuatu lembaga pendidikan,” ungkap Reido Deskumar saat memberikan materi Penguatan Karakter Bagi Anak Usia Dini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Di Hotel Sakura, Lubuk Basung, Agam Sabtu malam (3/12).

Energi positif harus tercipta dari lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakatnya. Termasuk tata cara atau pola asuhnya.
“Anak-anak tidak boleh dibanding-bandingkan antara si kakak dengan si adik, antara si A dengan si B atau si pintar dengan si bodoh. Bahkan penggunaan kata atau kalimat perintah bersifat negatif harus dihindari, sehingga otak si anak akan terbangun energi positif sampai sikap dan prilaku positif,” terangnya.
“Di rumah anak-anak dididik kedua orang tua dibantu oleh nenek, kakek, kakak, etek/tante atau orang yang tinggal satu rumah dengan si anak. Di lingkungan masyarakat, anak di kontrol oleh keluarga besarnya, mamak atau paman, tokoh persukuan, ninik mamak, alim ulama, guru non formal, walijorong, tetangga, parik paga hingga semua tokoh yang ada di lingkungan tempat tinggal. Di sekolah, anak menjadi tanggungjawab guru beserta kepala sekolah. Semoganya harus memiliki kemampuan pola didik dan asuh religius, berkarakter dan terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Suryanto Kabid Pembinaan SLB didampingi Delfian, Koordinator Kurikulum sekaligus panitia pelaksana mengatakan, sebelum masuk kepada anak didik, orangtua dan guru terlebih dahulu harus memiliki karakter sesuai tata cara pola asuh yang idealnya.
Salah satu upaya dari banyak gerakan atau kegiatan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat adalah melakukan bimbingan teknis penguatan karakter bagi guru Paud dan TK anak usia dini.
“Pada saat ini peserta terdiri dari pendidik Paud dan pemerhati pendidikan Kabupaten Agam sebanyak lima puluh lima orang. Kegiatan berlangsung dari 2 Desember sampai 4 Desember 2022 di Hotel Sakura, Lubuk Basung,” terangnya.
“Materi yang kita berikan selain memaparkan tentang kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, juga tentang muatan lokal Sumbang 12, Implrmentasi Kurikulum Merdeka pada Paud, Membaca Psikologi Anak dan Pola Asuh pada Anak,” tutup Suryanto. (rud)
















