Pentingnya Literasi Sebagai Benteng Pengaruh Buruk Perkembangan Zaman

Penulis -

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Literasi menurut para ahli adalah kualitas atau kemampuan melek huruf atau aksara yang didalamnya meliputi kemampuan menulis hingga mencakup melek visual atau kemampuan mengenal dan memahami ide-ide disampaikan secara visual (adegan, video atau gambar).

Tujuan Litersi jelas sebagai benteng dan upaya pencerdasan, menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk pergaulan bebas, teknologi  dengan jaringan internet tanpa batas serta penyalahgunaan narkoba.

Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni saat menghadiri Festival Lomba Literasi Nasional (FL2N) Padang Pariaman di Pasar Sungai Limau, Kamis siang (19/7), menyebutkan Literasi pendidikan di sekolah jelas sangat penting dikembangkan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Pengaruh buruk dari berbagai persoalan seperti pergaulan bebas, narkoba, sibuk dengan henpon genggam, dan kenakalan remaja lainnya. Dengan ragam literasi ini, berharap dapat memutus mata rantai persoalan tersebut pada generasi muda,”kata Ali Mukhni.

Di NKRI ini lanjutnya, terdata sehari satu orang meninggal dunia akibat kecanduan narkoba. “Tugas guru dan kedua orang tua, bagaimana membuat aktivitas positif diarahkan pada anak-anak sehingga berguna nusa dan bangsa. Bila itu berhasil disanalah kesuksesan dapat diraih,”tutur Bupati.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman, Dwiwarman sangat mendukung dan memperjuangkan agar program literasi di dunia pendidikan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Karena pendidika merupakan pilar pembangunan manusia dan suksesnya suatu negara,”ungkap Dwiwarman.

Literasi harus terfokus pada seluruh kesenian tradisional sehingga pembentukan karakter bangsa disertai tampilnya talenta-talenta yang selama ini belum terapungkan. Dampak utama literasi menjauhkan anak-anak dari pengaruh narkoba, kenakalan remaja atau pergaulan bebas.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Kami akan terus berjuang baik mendorong, mengarahkan hingga mengevaluasi program literasi di setiap sekolah. Memperjuangkan melalui peningkatan anggaran tiap tahun, sehingga kegiatan yang belum terakomodir akibat defisit anggaran 2017, dapat terlaksana di 2018 ini,” tutup Anggota DPRD Padang Pariaman tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB