Penjualan Sapi Qurban di Pasar Ternak Batusangkar Lesu

Penulis -

Kamis, 23 Juni 2022 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berdampak terhadap transaksi jual beli sapi qurban di Pasar Ternak Batusangkar. Menurut pedagang, penjualan sapi menurun drastis dan kondisi pasar ternak juga sepi tidak seperti biasanya.

Zulfahmi, salah seorang pedagang ternak mengaku jika sejak wabah PMK merebak, penjualan sapi menurun meski harga ternak khusus sapi qurban  normal.

” agak lesu sekarang, sapi ada yang membeli tidak ada. Kalau harga itu standar tidak naik tidak turun,” ungkap Zulfahmi, pedagang asal Situmbuak, saar ditemui, Kamis (23/6).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menyebut, kondisi saat ini pembeli sapi lebih banyak membeli lansung ke kandang atau ke pemilik sapi.

” pembeli tidak mau ambil resiko, jadi mereka biar membeli sapi untuk hewan qurban ke kandang lansung, dan sapi nanti diambil pas hari pemotongan hewan (qurban),” sampainya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Untuk harga sapi, masih berkisar Rp. 16 juta – Rp. 16,5 juta dan tergantung ukuran sapi yang diinginkan pembeli.

Sementara itu, informasi dari petugas pasar ternak, aktifitas memang tidak seramai dulu atau dalam kondisi waktu normal.

” jika dulu satu hari pasar bisa 1000 ekor sapi, saat ini hanya lebih kurang 300 ekor, itu sejak hari kemarin. Minggu lalu, itu ada sekitar 400 ekor. Entah bagaimana pula minggu besok atau satu minggu jelang hati raya qurban,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pedagang yang hendak menjual sapi di Pasar Ternak Batusangkar mesti melalui pengecekan kesehatan hewan di pintu masuk pasar. Petugas tidak memungkiri masih menemukan hewan bergejela PMK dan dilarnag masuk ke pasar ternak.

” tadi ada sekitar 5 mobil pngangkuy ternak tidak boleh masuk (sapi bergejala PMK),” tutupnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB