Penjagaan Peralatan EWS Jadi PR BPBD Padang

Penulis -

Rabu, 16 Juni 2021 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barlius kalaksa BPBD Padang Berikan Keterangan Pers Kesiapsiagaan Bencana. (foto:adh)

Barlius kalaksa BPBD Padang Berikan Keterangan Pers Kesiapsiagaan Bencana. (foto:adh)

Padang, Prokabar – Tanggal 26 setiap bulan Pemko Padang membunyikan alat Earthquake Early Warning System (EEWS). Tak kurang 47 alat EEWS terdapat di kota Padang. Sementara 22 unit shelter atau Tempat Evakuasi Sementara terdapat di Kota Padang.

Namun begitu dalam perjalanannya, terdapat kendala, seperti dicurinya aki atau perlengkapan EEWS lainnya yang terpasang di berbagai tempat ini. Tak kurang dua atau tiga titik lokasi EEWS yang mengalami pencurian, namun sudah bisa diatasi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Kedepan, alokasi perbaikan sekaligus penjagaan terhadap peralatan EEWS ini akan jadi prioritas BPBD Kota Padang. “Tidak hanya perbaikan perlengkapan, namun juga akan dilakukan penjagaannya, sehingga kerugian negara dapat diminimalisir,” sebut Barlius,  kalaksa BPBD Padang saat memberi keterangan pers Kesiapsiagaan Bencana.

Barlius menambahkan, kegiatan masyarakat cerdas bencana tetap menjadi prioritas edukasi penanggulangan bencana Pemko Padang.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

EEWS ini membantu warga untuk mengetahui potensi Gempa dan Tsunami yang membuat masyarakat lebih waspada menghadapi Gempa berpotensi Tsunami.

Sementara itu, Kadis Kominfo Padang Rudy Rinaldy menyebut,kedepan akan coba dilakukan deteksi tsunami memanfaatkan teknologi, sehingga melalui handpone atau jam tangan saja, dapat dideteksi potensi tsunami atas gempa yang baru terjadi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sementara Pengamat Gempa Badrul Mustafa menyebut, baru sepertiga saja energi pada segmen atau patahan siberut yang telah terlepas. Artinya masih terdapat dua per tiga energi yang belum terlepas.

Ini lah yang disebut Badrul bahwa kesiapsiagaan bencana harus dipahami dan dan dilaksanakan jika gempa kembali mengguncang Sumatera Barat dan Kota Padang khususnya.(adh)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB