Padang, Prokabar – Aksi kemanusiaan kembali mewarnai masa pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat. Kali ini, kreator konten kuliner ternama, Bobon Santoso, menggelar aksi “Masak Besar” dengan menggandeng TNI serta asosiasi pengusaha tambak udang lokal. Kolaborasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kegiatan memasak massal ini tidak hanya sekadar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan mendesak bagi para korban. Lebih dari itu, kehadiran Bobon Santoso dan tim diharapkan mampu menjadi sarana trauma healing bagi masyarakat. Suasana kebersamaan saat proses memasak diharapkan dapat memberikan hiburan dan semangat baru bagi warga yang tengah menghadapi situasi sulit di pengungsian maupun di rumah masing-masing.
Dukungan utama dalam aksi kali ini datang dari Shrimp Club Indonesia (SCI) Sumatera Barat, yang merupakan wadah bagi para pengusaha tambak udang di wilayah tersebut. SCI Sumbar menyumbangkan sedikitnya 600 kg udang segar berkualitas tinggi untuk diolah menjadi hidangan bergizi. Kontribusi ini merupakan wujud sinergi antara pelaku usaha dan relawan dalam membantu percepatan pemulihan kondisi sosial masyarakat Padang.
Fautiaz Fauzi, perwakilan dari SCI Sumatera Barat, menyatakan bahwa pihaknya menyambut sangat baik kolaborasi bersama Bobon Santoso dan TNI ini. Menurutnya, menyiapkan 600 kg udang adalah langkah konkret untuk memastikan para korban mendapatkan asupan makanan yang layak dan lezat. Udang-udang tersebut kemudian didistribusikan dalam bentuk paket makanan siap saji kepada ribuan warga yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Fautiaz mengakui bahwa dampak banjir bandang pada akhir September dan November lalu memang sangat berat bagi warga Kota Padang. Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai menjadi kelompok yang paling terdampak karena rumah mereka tersapu air bah. Oleh karena itu, bantuan nasi dengan lauk udang ini diharapkan bisa menjadi pelipur lara dan pemberi energi tambahan bagi para penyintas.
Fautiaz Fauzi, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Nasdem, menambahkan bahwa aksi sosial ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh asosiasi. Sejak bencana hebat melanda pada 27 November silam, asosiasi pengusaha tambak udang Provinsi Sumbar telah bergerak lebih awal. Mereka telah terjun langsung ke berbagai titik terparah untuk menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Senada dengan itu, Alif, salah seorang pengusaha tambak udang yang turut serta dalam proses masak besar, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berkontribusi. Ia berharap target 10.000 porsi makanan yang disiapkan bersama Bobon Santoso dan TNI dapat tersalurkan dengan merata. Fokus utama pendistribusian kali ini menyasar warga di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.
Pelaksanaan masak besar yang berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, ini juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah dan aparat keamanan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vaso Ruseimy, serta Pangdam XVII/Tuanmu Imam Bonjol, Mayjen TNI Arif Gajah Mada. Kehadiran para tokoh ini mempertegas soliditas antara pemerintah, TNI, dan sektor swasta dalam penanggulangan bencana.
Rangkaian aksi masak besar ini sebenarnya telah dimulai sejak Jumat pagi, 19 Desember 2025. Pada hari pertama, Bobon Santoso telah mengolah 600 kg ayam kecap dan 100 kg nasi untuk menu makan siang. Sementara untuk menu makan malam, tim menyiapkan 300 kg bakso ikan. Hal ini menunjukkan konsistensi tim relawan dalam menyediakan variasi menu bergizi selama beberapa hari berturut-turut.
Memasuki hari kedua, yakni Sabtu, 20 Desember 2025, menu yang disajikan menjadi lebih spesial dengan kehadiran olahan udang asam manis dari donasi SCI. Selain udang, tim juga menyiapkan nugget dan nasi untuk memenuhi ribuan porsi makan siang warga. Pengolahan udang dalam jumlah besar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang antusias menyaksikan proses memasak di lokasi.
Aksi sosial ini dijadwalkan berakhir pada hari Minggu, 21 Desember 2025, dengan menu penutup yang tetap mengutamakan kesehatan. Mr. Bobon Santoso telah menyiapkan menu bakso sapi untuk makan siang, diikuti dengan hidangan sayuran kembang kol dan brokoli untuk makan malam. Pola makan yang seimbang ini sangat krusial bagi warga di daerah bencana guna menjaga daya tahan tubuh mereka.
Seluruh hasil masakan dari kegiatan ini didistribusikan secara luas ke titik-titik terdampak. Selain di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, bantuan makanan juga menyasar warga di wilayah Batu Busuak dan Surau Gadang jika kuota mencukupi. Melalui kegiatan Masak Besar ini, diharapkan beban masyarakat Padang dapat sedikit teringankan dan mereka bisa merasakan kebahagiaan kecil di tengah masa sulit. (fky)
















