Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pengusaha KJA Bersekukuh Tolak Pengurangan Keramba Di Danau Maninjau

Dibaca : 224

Maninjau, Prokabar — Penolakan pengurangan keramba jaring apung (KJA) secara lantang dikemukakan puluhan pengusaha saat pertemuan kedua kalinya bersama Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam dan Kodim 0304 Agam di Kantor Kecamatan Tanjung Raya, Selasa (22/10). Hampir 90 orang pengusaha yang hadir melebihi pertemuan pertama, Senin (22/10) yang hanya mencapai 70 orang.

“Saya atas pribadi sekaligus sebagai Walinagari Koto Malintang yang juga pengusaha memiliki keramba. Mewakili masyarakat Koto Malintang secara tegas menolak pengurangan keramba ini,” ungkap Naziruddin Dt. Palimo Tuo saat mengemukakan pendapatnya dihadapan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Ermanto, Camat Tanjung Raya, Koramil 03 dan Kapolsek, Selasa, (22/10).

Penolakan tersebut beruntun disusul pengusaha lainnya, berkesempatan hadir sat itu. Mereka menolak pengurangan karena akan berdampak buruk pada perekonomian yang terlanjur bergantung hidup dengan KJA.

“Kita sudah pernah merasakan ditimpa musibah di saat bencana tubo belerang membunuh ratusan ton ikan KJA. perekonomian masyarakat sempat lumpuh total. Jika memang pemerintah berencana mengalihkan perekonomin ke pertanian atau pariwisata, harus lebih dahulu menunjukan pembuktian peningkatan perekonomian dari sisi itu,” tuturnya.

“Pemerintah daerah harus lebih intens melakukan sosialisasi ke bawah. Jangan hanya sampai ke tingkat pemerintahan nagari saja. Harus sampai ke tingkat jorong dan pengusaha itu langsung. Artinya, harus sering melakukan sosialisasi,” lanjut Naziruddin.

Sementara itu, Kepala DPKP Kabupaten Agam, Ermanto dalam pertemuan tersebut menegaskan kegiatan bukan menghabiskan. Melainkan hanya mengurangi jumlah keramba yang sudah over capasitas. Sudah melebihi selayaknya beban massage Danau Maninjau itu sendiri.

“Kita hanya berniat untuk menyelamatkan Danau ini. Bukan bermaksut mengganggu kehidupan masyarakat, malah menyelamatkan warisan alam tidak hanya untuk kita sesaat ini saja. Melainkan untuk anak cucu kita yang juga memiliki hak untuk menikmatinya,” terangnya.

Pertemuan tersebut belum mendapat titik temu dan solusi. Posisi masyarakat di atas angin karena lemahnya argumentasi pemerintah daerah dalam data pasti pemilik atau pengusaha KJA itu sendiri. Terutama investor asing dengan jumlah KJA mencapai ratusan petak. “Kita akan rencanakan kembali langkah-langkah strategis agar program ini dapat berjalan untuk tetap konsisten menyelamatkan Danau Maninjau dari kerusakan,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top