Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pengurus Masjid Di Bayua Harapkan Orang Tua Murid Ikut Meramaikan Didikan Subuh

Dibaca : 135

Agam, Prokabar — Didikan Subuh dipopulerkan dua tokoh Kota Padang, Sumatra Barat, Almudnir dan M. Zen Arief di Masjid Istiqamah Sawahan Padang Timur. Yang mana sebelumnya, tahun 1964 beberapa orang anak-anak yang ikut jamaah shalat subuh di masjid Muhammadan Pasar Batipuh Padang Selatan, diajari ayat dan hadist, bernyanyi dan juga bersajak.

Walaupun dilaksanakan secara sambilan saja tidak terprogram, namun ternyata ide kebetulan ini menarik hati mereka karena masih tergolong baru sehingga cukup mendapat perhatian pada masa itu. Berikutnya mereka diajak bertamasya, jalan-jalan sambil menyanyikan tembang bernuangsa Islam.

Meski konsep awal berubah, dimana awalnya seluruh anak-anak beserta kedua orang tua dan masyarakat wajib mengikuti Didikan Subuh setiap hari. Seiring perkembangan waktu, program tersebut melebur dalam kegiatan TPA/MDA di Masjid, Surau atau Mushalla.

Kegiatan Didikan Subuh hampir merata ada di setiap TPA/MDA di rumah Ibadah di Indonesia. Setelah sempat dipopulerkan kembali Buya Hamka saat memimpin Masjid Al Azhar Kemayoran Jakarta. Pada sekitar tahun 1966-1970, Wakil Presiden Pertama RI, Mohammad Hatta dan Presiden Kedua RI, Soeharto juga pernah mendukung kegiatan Didikan Subuh, yang digagas ulama Sumatra Barat tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Anak-anak Didikan Subuh Se-Kanagarian Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam melaksanakan Didikan Subuh Gabungan di Masjid Muthmainnah Di Jorong Panji. Dalam kesempatan, ratusan murid mengikuti kegiatan tersebut.

“Namun kita sayangkan, kedua orang tua murid, tokoh masyarakat dan lainnya tidak ikut hadir. Padahal, kegiatan sudah diumumkan sebelumnya,” ungkap Musnir, Ketua Pengurus Masjid Muthmainnah, Sabtu  (25/1).

Biasanya kegiatan Didikan Subuh dilaksanakan setiap Minggu pagi. Namun kali ini, Sabtu pagi sebagai pengganti hari libur sekolah anak didik.

“Jika kedua orang tua ditambah seluruh komponen masyarakat mengikuti didikan subuh, kita yakini keimanan dan ketaqwaan umat muslim semakin Islami. Membuat negeri menjadi makmur, aman dan sejahtera,” lanjutnya.

Jika keimanan dan ketaqwaan umat muslim kuat, pengaruh buruk dari segala hasutan dan fitnah dunia akan mudah terhindari. “Islam merupakan Rahmatan Lil Alamin. Ketika para orang tua, seluruh tokoh ulama, tokoh adat, kaum bapak, kaum ibu, ninik mamak, dan bundo kanduang taat beragama Islam serta menjalankan perannya dengan baik. Maka selamatlah generasi penerus kita menjadi lebih Islami dikemudian hari. Dan cara ampuh pembuktian itu, dengan memakmurkan masjid setiap saat dengan sholat berjamaah. Terutama sholat subuh dan Didikan Subuh,” pungkasnya. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top