Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pengungsi di Limapuluh Kota Mulai Terserang Penyakit

Teks Foto Mengungsi: Warga Bukik Sikumpa, Lareh Sago Halaban yang rumahnya direndam banjir, mengungsi ke sejumlah titik lokasi. Selain tenda yang disediakan Pemkab, juga ke bekas pos ronda. Foto Pro Kabar/Jingga
Dibaca : 250

Limapuluh Kota, Prokabar — Bencana alam di Limapuluh Kota diyakini masih akan terus terjadi, berhubung cuaca yang ekstrim dan hujan tak henti henti.

Sementara, di tenda pengungsian di Lareh Sago Halaban, puluhan masyarajat terdata oleh Relawan Merpati Putih, satuan tugas bencana bentukan Dinas Kesehatan, diserang penyakit.

Menurut petugas medis dan relawan Merpatih Putih, bentukan Dinas Kesehatan, mulai terserang sakit magh dan pusing pusing. “Kami menduga, akibat terkejut,” kata relawan Merpati Putih.

Penyakit ini , disebut grastitis lambung yang terjadi akibat peradangan dinding lambung. Selain itu, warga juga terkena penyakit inveksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare, faringitis dan konjungtivitis.

Pemkab Limapuluh Kota memastikan, siaga darurat bencana. Seluruh kekuatan dipadukan dalam menangani bencana ini. “Kita lakukan penanganan bencana yang komprehensif,” kata Bupati di dapur umum tenda pengungsian.

Bupati dan Wabup meminta, masyarakat tidak takut dengan bencana. “Jangan panik, insyaAllah, kita berdoa kepada Allah SWT. Pemkab akan maksimal, berkoordinasi dengan TNI dan Polri,” jelas Bupati Irfendi Arbi.

Walau dihantam bencana, namun aktifitas Pemerintahan kata Irfendi, tidak terganggu. “Hari ini kita tambah lagi dirikan satu posko utama di eks kantor bupati, di Kota Payakumbuh. Karena di sana di tengah tengah, akses mudah dijangkau,” imbuh Bupati. (Vbm)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top