Pengrajin Atap Daun Rumbia Masih Eksis

Penulis -

Kamis, 27 Desember 2018 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Silis (66) seorang pengrajin atap rumbia asal Rawang Pasie Nan Tigo, Padang ini masih bertahan membuat kerajinan, berbahan alam ini.

Umur ibu enam anak ini sudah tak muda lagi untuk bekerja, namun masih mampu menganyam sekitar 40 lembar atap rumbia per hari.

Saat ditemui Prokabar.com, Kamis (27/12), Silis sedang menganyam rumbia di gubuk kecil dibawah pohon mahoni di kawasan Simpang Kalumpang, Lubuk Buaya, Padang. Perempuan itu tampak fokus. Sudah terampil dia. 

Namun, dia mengakui, tangan dan jari-jarinya sudah tidak cekatan seperti dulu.

Biasanya hanya perlu waktu beberapa menit untuk membuat satu lembar atap, namun sekarang ia butuh hampir setengah jam.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Setelah selesai menganyam satu lembar atap, lalu diletakan persis didepannya, untuk dijadikan alas pada lembaran atap lainnya. Kemudian, Ia membawanya ke luar pondok beratap daun rumbia pula untuk dikeringkan.

“Saya sehari hanya sanggup mengerjakan 40 lembar atap rumbia,” ujar Silis dengan nada pelan.

Kata dia, pekerjaan ini tidak dilakukan setia hari, tapi berdasarkan pesanan.

Menurutnya, ia sudah 20 tahun bekerja sebagai pengarajin atap daun rumbia itu.  Dalam sehari, wanita bergigi ompong itu diupah kurang lebih Rp25 ribu hingga Rp 40 ribu, tergantung banyaknya lembaran atap yang ia selesaikan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dengan sisa tenaga, wanita yang tidak lagi punya suami, setelah meninggal tiga tahun lalu karena stroke itu sempat disuruh berhenti bekerja oleh anak anaknya.Namun dia merasa tidak puas jika duduk dirumah. 

“Dari pada tidak ada kerjaan dirumah, suntuk. Kalau saya kerja juga bisa bantu” buat perlengkapan hidup dirumah,”sebutnya.

Dalam menjalankan perjaannya, Silis biasanya diantar jemput oleh anaknya ke tempat kerja yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari rumahnya.

Berbicara ramai atau tidaknya pesanan, ia mengakui usaha ini tak seramai dulu karena kebanyakan rumah telah mengunakan atap dari bahan lain.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Walau begitu tetap banyak juga yang pesan seperti  pengusaha cafe dan rumah makan memakai konsep zaman dulu serta pondok di kebun,” ujarnya lagi.

Harga perlembar atap rumbia dijual kisaran harga tujuh ribu hingga delapan ribu. Bahan baku masih mudah dicari.

Ia menambahkan, hari ini masih banyak langanan datang, karena menurutnya kualitas jahitan dan atap rumbia tahan lama dibandingkan beli ditempat lain.

“Penjualan sudah sampai ke Pekanbaru, Damasraya, Untuk di Padang, biasanya ke Bungus, Kuranji,” tutupnya. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB