Pengawasan PJN 2.2 Dinilai Lemah Jalinsum Dipenuhi Lobang

Penulis -

Jumat, 30 Mei 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dharmasraya, Prokabar – Kondisi jalan Nasional membelah Kabupaten Dharmasraya, mulai dari Jorong Sialang, Sungai Kambut, Pulau Punjung, Sungai Dareh, Sikabau, Tebing Tinggi, Gunung Medan, Koto Padang, Koto Baru, hingga Sungai Rumbai perbatasan Provinsi Jambi, menjadi sorotan serius bagi pengendara. Pasalnya, mutu pengerjaan sangat buruk. Membuat jalan banyak berlobang. Mengakibatkan banyaknya terjadi kecelakaan lalu lintas terutama kendaraan roda dua.

Dari pantauan, sepanjang jalan lintas sumatera (Jalinsum) membelah Kabupaten Dharmasraya, jalan berlobang, menganga bak buaya siap menyantap mangsa. Ditambah gundukan aspal menggunung, hingga jalan mencekung, seakan membuat rel sendiri. Banyak juga aspal terkelupas, jalan berlobang dengan diameter besar.

Akibatnya, ketika ban kendaraan roda empat atau lebih, melindas lobang tersebut mengakibatkan pecah ban. Bahkan bisa patah as. Sekiranya kendaraan roda dua melintas. Sudah dipastikan terjadi kecelakaan lalu lintas. Akibat ditimbulkan, kalau tidak masuk rumah sakit, masuk kubur (meninggal dunia).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pekerjaan pemeliharaan jalan dilaksanakan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Melalui unit teknis Pengembangan Jalan Nasional (PJN) 2.2 di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai penanggung jawab atas pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional di Sumatera Barat tampaknya kurang profesional, bahkan minim pengawasan.

Sejauh ini, kegiatan pemeliharaan jalan, melalui kegiatan tambal sulam. Kontraktor atau pemborong sebagai pihak pelaksana kegiatan tampak tidak transparan, dan sewenang-wenang. Karena tidak memajang plang proyek. Membuat tidak jelas jumlah dana digelontorkan pemerintah untuk pemeliharaan jalan dalam satu kegiatan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Atas ketidak transparan dan kurang profesional pemborong dalam pekerjaan proyek nembuat, kualitas kegiatan amburadul. Selesai ditimbun lalu ditinggal. Sehingga timbunan terhadap lobang tersebut, muntah keluar disaat tergilas ban mobil. Membuat material timbunan menggunung di samping jalan. Sementara lobang kembali menganga dengan diameter lebih besar dari sebelumnya.

Mirisnya, pengaspalan dengan sistem tambal sulam juga tidak memiliki kualitas baik. Diduga bahan aspal tidak sesuai spesifikasi. Hal ini, akibat tidak dilakukan pengawasan teknis. Dalam hitungan hari, Aspal sudah mengambang kemana-mana. Menciptakan jalan bergelombang, lobang baru, pematang, dan rel. Sehingga, kendaraan roda dua melintasi jalan tersebut tidak stabil. Sangat rentan akan kecelakaan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Tasman, 37 th, salah seorang sopir truk pengangkut barang, merasakan kejamnya lobang menganga dan jalan gelombang berada di Jalinsum Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya. Mengakibatkan kendaraan dibawanya mengalami patah As. Sehingga, dirinya mengalami kerugian jutaan rupiah. Ditambah kerugian waktu. Karena target kedatangan sudah molor selama dua hari.

“Kondisi jalan buruk, bergelobang, ditambah banyaknya lobang menganga. Membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sebagai sopir, tentunya sangat berharap kepada pemerintah, agar segera memperbaiki Jalinsum. Karena sumber ekonomi tergantung dari baiknya jalan penghubung,” kata Tasman.

Ia juga menambahkan, mulusnya jalan. Akan membuat ekonomi stabil. Karena lancarnya angkutan, membuat kebutuhan tuba tepat waktu. Sehingga transaksi ekonomi bergulir dengan cepat. (Fatafza)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB