Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih, Bawaslu Pasaman Rakernis Bersama Panwascam

Dibaca : 139

Pasaman, Prokabar — Daftar pemilih hasil pemutakhiran tingkat desa atau nagari di Pasaman terus dipantau Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) setempat. Tindakan ini bakal terus dilakukan Bawaslu menuju ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara (DPS). Tidak saja dipantau, Bawaslu Pasaman tidak bakal tinggal diam bila menemukan pelanggaran-pelanggaran atau kekurangan perihal pencocokan data dan penelitian oleh KPU.

“Hari ini kita kembali melakukan rapat teknis dengan seluruh Panwaslu di kecamatan se Pasaman. Kita iventaris satu per satu permasalahan yang terjadi di lapangan per kecamatan. Ini memudahkan kita untuk mengawasi serta mencegah bila terjari hal-hal di luar aturan atau tahapan,” kata Ketua Bawaslu Pasaman Rini Juita usai rapat teknis, Senin (7/9) sore.
Lebih lanjut, Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Mesrawati menjelaskan, menurutnya tahapan data pemilih merupakan tahapan yang sangat krusial dalam penyeenggaraan pemilihan umum. Hal ini dikarenakan daftar pemilih adalah komponen penting pada proses pemungutan dan penghitungan suara nantinya.

“Kita berharap data pemilih ini akurat, komprehensif dan mutakhir untuk memastikan hak pilih masyarakat terpenuhi Kita juga berharap data pemilih 2020 ini lebih baik dari data pemilih Pileg 2019 kemaren, data pemilih ini akan berkaitan dengan logistik pemilihan nantinya makanya Rakernis ini diselenggarakan,” kata Mesrawati.

Diakui Mesrawati, selain menginbentarisikan masalah yang ada di lapangan, para Panwascam juga dibekali cara penindakan bila terjadi temuan. Apakah itu terhadap daftar pemilih yang ganda, belum adanya masyarakat yang masuk atau terdata jadi pemilih, pemilih yang sudah meninggal namun masih ada hingga beberapa masalah lainnya.

Bahkan, dalan Rakernis tersebut selain pembekalan dilakukan oleh para Koordinator di Bawaslu, dua orang narasumber dari luar juga dihadirkan. Mereka ialah Nova indra, Komisioner KPU Sumbar dan
M. Mufti Sarfie, Ketua Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) Sumbar yang juga Komisioner KPU Sumbar.

Diskusi dengan kedua tokoh ini berlangsung alot. Mengingat semua pembahasan merupakan hal tentang kerjasama antara KPU dan Bawaslu. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top