Daerah

Pengandara Baik Belum Tentu Benar, Kok Bisa?

Pasaman, Prokabar — Angka kecelakaan yang melibatkan remaja cukup tinggi di Pasaman. Tidak satu atau dua lagi, remaja yang meregang nyawa di jalan raya wilayah hukum Satlantas Polres Pasaman. Bahkan, ada pula yang selamat dari kecelakaan, namun cacat di kemudian hari. Kaki patah, tangan patah, atau gigi yang copot.

Cukup miris, namun begitulah adanya. Sebagai pengayom masyarakat, Satpantas Polres Pasaman terus berupaya memberi edukasi kepada para remaja. Seperti yang dilakukan di SMA 1 Panti, Rabu (17/6).

Puluhan remaja yang sedang labil-labilnya dalam berkendara itu, diberi edukasi oleh petugas. Bagaimana cara berkendara yang baik dan benar.

“Pengendara yang baik, belum tentu benar. Misalnya, helm ada, kaca spion ada, surat-surat lengkap, namun gaya berkendara ugal-ugalan. Atau, kelengkapan tidak lengkap, namun berkendara santai, pelan dan hati-hati. Kedua hal ini sama saja tidak ada gunanya. Pengendara yang baik dan benar itu, semua lengkap dan berkendara dengan santai dan hati-hati. Inilah yang kita edukasi pada remaja,” kata Kasatlantas Polres Pasaman, Iptu Julisman.

Tidak saja tips dan trik berkendara yang baik dan benar, dampak atau resiko bila melanggar aturan, juga dilayangkan kepada remaja-remaja di sekolah ini. Paling tidak itu, bila melanggar terkena tilang, paling parah, cacat atau kehilangan nyawa.

“Maka dari itu, kami menekankan kepada remaja di Pasaman, sayangi nyawa anda, dengan cara berkendara yang baik dan benar,” tukas Iptu Julisman. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top