Pengamat : Persoalan Sampah PR Besar Pemprov Sumbar

Penulis -

Kamis, 29 Agustus 2019 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

Padang, Prokabar – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah di Sumatera Barat (Sumbar). Hampir setiap daerah di provinsi itu belum maksimal dalam mengelola sampah.

Pengamat Lingkungan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Indang Dewata menilai, pemerintah di Sumbar maupun kabupaten dan kota saat ini sudah mulai peduli terhadap persoalan sampah. Buktinya tiap tahun anggaran untuk sampah selalu naik.

Akan tetapi, ada hal yang lebih penting dilakukan pemerintah terkait kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan. Sebab anggaran besar namun berbanding terbalik dengan kesadaran masyarakat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Masyarakat Sumbar sebenarnya sudah peduli dengan sampah, tapi hanya sebatas asal jangan di rumah mereka. Untuk apa dana banyak tapi kesadaran masyarakat rendah,” ujarnya, Kamis (29/8).

Menurut Indang, seharusnya pemerintah bisa menanamkan pemahaman kepada masyarakat seperti mereka menjaga rumah ibadah. Walaupun masjid dimana saja mereka mau membersihkannya.

“Sehingga tidak hanya kesadaran asal jangan di rumah saya saja, tapi memang inisiatif membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, sehari tiap manusia menghasilkan 0,8 sampai 1 kilogram sampah, apalagi sampah plastik baru bisa hancur ratusan tahun. Lalu kemana sampah itu dibuang dan apa yang telah dilakukan pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Menurut Indang ada hal yang lebih subtansi dilakukan pemerintah dalam mengelola sampah sesuai Undang-undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam aturan tersebut pemerintah punya kebijakan insentif dan disinsefif.

“Kebijakan insentif sudah ada seperti Perda buang sampah sembarangan akan didenda walaupun belum berjalan secara maksimal,” sebutnya.

Pemulung Harus Mendapatkan Perhatian

Kemudian terhadap mereka yang berperan dalam mengurangi sampah seperti Pemulung. Pemulung bisa mengurangi sampah plastik 0,2 kilogram perhari, hal itu sudah sumbangsih yang cukup besar bagi pemerintah.
Namun, mereka harus diakomidir dengan baik diberikan insentif seperti mendata mereka kemudian memberikan tunjangan kesehatan, melakukan cek kesehatan berkala, membuatkan kelompok bagi mereka sehingga bisa diberikan bantuan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Itu sudah termasuk bentuk support dari pemerintah agar kelompok kecik ini merasa dapat apresiasi dalam mengurangi sampah terutama plastik. Sebab mereka merupakan akar yang bisa mengurangi sampah plastik di Sumbar ini,” jelasnya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB