Pasaman, Prokabar — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman menggelar rapat koordinasi pemantapan pengamanan untuk mengamankan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 mendatang.
Semua pihak hadir dalam Rakor tersebut. Mulai dari pihak Polres Pasaman sampai ke Kapolsek se-Pasaman, Kodim 0305 Pasaman hingga Danramil, Camat se-Pasaman, hingga awak media.
Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi mengatakan, kegiatan rapat koordinasi pemantapan pengamanan jelang Pilkada tahun 2020 ini, sangat penting dilaksanakan guna membahas berbagai hal terkait pengamanan Pilkada di Pasaman.
“Berdasarkan pengalaman terkait penyelenggaraan Pilkada sebelumnya serta Pemilu serentak tahun 2019 yang lalu, kita senantiasa melakukan prediksi dan antisipasi sehingga apa yang kita lakukan mulai sekarang bisa kita persiapkan kemungkinan apa yang akan terjadi,” kata Rodi didampingi Kapolres Pasaman yang diwakili Ipda P. Barus, Kaur Bin Ops Sat Intelkam Polres Pasaman.
Lebih lanjut, dinilai Ipda Barus, di Pasaman beberapa daerah berpotensi menimbulkan konflik dalam Pilkada. Maka dari itu, pihaknya senantiasa melakukan pemetaaan dan antisipasi terhadap daerah atau Kecamatan yang berkemungkinan rawan konflik.
“Dengan adanya rakor pemantapan pengamanan Pilkada tahun 2020 ini, kami sangat mengapresiasi pihak KPU. Ini demi keamanan dan penyelenggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasaman tahun 2020 mendatang agar lebih baik dan sukses,” kata Ipda Barus.
Lebih lanjut, salah seorang komisioner KPU Pasaman, Eria Candra mengaku, banyak para pihak berharap, calon yang maju dalam Pilkada Pasaman, lebih dari dua pasang. Harapan ini muncul setelah melihat pengalaman Pilkada belakangan. “Sudah beberapa kali kami melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak di Pasaman. Harapannya sama, semoga pasangan calon lebih dari dua pasang. Biar tingkat ketegangan antar pemilih hingga kelompok pendukung tidak begitu meruncing,” tukas Eria Candra. (Ola)
















