Daerah

Penemuan Makara, Pengurus BPCB Sumbar Temui Bupati Bahas Benda Bersejarah di Pasaman

Pasaman, Prokabar — Pengurus Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat duduk semeja dengan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Selasa (19/11).

Dinahkodai Kepala BPCB, Nurmatias rombongan ini membahasa nasib dan kelanjutan benda bersejarah berjenis arca yang telah ditemukan atau yang masih tersembunyi di tanah Pasaman Saiyo.

“Ada beberapa misi yang kami bawa dalam pertemuan ini. Semuanya tentang penemuan benda bersejarah atau yang belum ditemukan di Pasaman,” kata Nurmatias.

Misi yang dimaksud Nurmatias ialah, rekomendasi perihal penemuan Makara di Padang Nunang, Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao pada 27 September lalu.

“Kita merekomendasikan untuk dilakukan survei dan ekskavasi penelitian dengan melibatkan beberapa stakeholder untuk menggali potensi tinggalan arkeologi lainnya di sekitar lokasi temuan, pemindahan temuan dari lokasi sekarang ke Museum Bonjol agar dapat diakses oleh masyarakat umum, dilakukan konservasi temuan untuk mencegah kerusakan dengan melibatkan konservator BPCB Sumatera Barat dan penemuan ini perlu untuk diseminarkan,” kata Nurmatias.

Perihal rekomendasi ini, Bupati Yusuf menyambut baik. Ia langsung menyarankan pembuatan rencana dan mendalami penemuan ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman.

“Daerah kita kaya akan sejarah. Saya menyarankan dinas terkait untuk mendalaminya sampai selesai. Terutama perihal penemuan makara beberapa waktu lalu,” tukas Bupati Yusuf.

Di sisi lain, sebelumnya makara yang ditemukan ini berjenis gaja mina. Dinama dlama pola patung berkepala binatang dengan mulut terbuka lebar. Pada bagian samping digambarkan lengkungan belalai gajah yang dihiasi motif flora, bagian atas bulat membentuk ukel kebawah. Penggambaran mata terkesan mata sipit dan telinga melengkung menyerupai kipas. Diatas makhluk yang berada di dalam mulut dipahatkan bentuk bunga dan benang sari. Pada sisi kiri dan kanan, terdapat beberapa motif hias sulur-suluran berbentuk lingkaran menyerupai kipas. Pada bagian dalam mulutnya, terlihat pengambaran figur manusia yang sedang memegang senjata di tangan kanan dan perisai di tangan kiri dan posisi berdiri, mengganbarkan seorang prajurit.

Makara itu berukuran tinggi sekitar 110 cm terbuat dar batu sandstone atau batu pasir. Secara morfologi temuan makara yang di temukan di Padang Nunang memiliki kesamaan dengan temuan makara-makara di percandian Padang Lawas Sumatera Utara, sehingga diperkirakan temuan makara di Padang Nunang tersebut berusia antara abat ke-11 sampai dengan 14 masehi.

Makara ini ditemukan oleh salah seorang pemuda setempat yang hendak beraktifitas ke sungai. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top