Peneliti Ragukan Hasil Survei Pilkada Sumbar Poltracking

Penulis -

Selasa, 3 November 2020 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Peneliti ABC Riset & Consulting (Arah Baru Center), Erizal, meragukan hasil survei Poltracking pada Pilkada Sumbar 2020. Hasil yang ia ragukan ialah elektabilitas Mulyadi-Ali Mukhni.

“Saya percaya urutan elektabilitas hasil survei itu: pertama Mulyadi-Ali Mukhni, kedua Nasrul Abit-Indra Catri, ketiga Mahyeldi-Audy, keempat Fakhrizal-Genius Umar. Tapi, saya tidak percaya angkanya setinggi itu,” ujar Erizal saat dihubungi di Padang, Selasa (3/11).

Berdasarkan hasil survei Poltracking yang diumumkan pada Selasa (3/11) di Grand Inna Hotel Padang, elektabilitas Mulyadi-Ali Mukhni 49,5 persen, Nasrul Abit-Indra Catri 21,3 persen, Mahyeldi-Audy 17,1 persen, dan Fakhrizal-Genius Umar 6,2 persen. Lembaga tersebut menggelar survei pada 19—23 Oktober 2020. Metodenya _stratified multistage random sampling_. Jumlah sampelnya 1.200 responden. _Margin of error_ survei ini kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Erizal memiliki beberapa alasan untuk meragukan hasil survei itu. Pertama, berdasarkan hasil survei Poltracking itu, 3,7 persen masyarakat Sumbar yang belum punya pilihan. Menurutnya, angka itu terlalu kecil karena masih banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan. Meski tidak bisa memastikan jumlah angkanya, ia menilai bahwa angka masyarakat yang belum
menentukan pilihan lebih dari 3,7 persen.

“Kalau angkanya 3,7 persen, seakan-akan hampir semua masyarakat sudah menentukan pilihan. Padahal, bila kita lihat di lapangan masih banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Alasan kedua Erizal ialah mustahil elektabilitas Mulyadi-Ali Mukhni 49,5 persen. Ia membandingkan angka elektabilitas itu dengan angka kemenangan Gamawan Fauzi pada Pilkada Sumbar 2005.

“Gamawan Fauzi saja, yang namanya begitu harum bagi masyarakat Sumbar, menang Pilkada Sumbar hanya 42 persen. Mulyadi ini siapa? Tidak mungkin elektabilitasnya setinggi itu. Bagi saya, elektabilitas Mulyadi-Ali Mukhni sekitar 30 persen, Nasrul Abit-Indra Catri di atas 20 persen, begitu juga dengan Mahyeldi-Audy,” ucapnya.

Ia melihat di lapangan bahwa Pilkada Sumbar sangat dinamis. Dengan kata lain, elektabilitas Mulyadi-Ali Mukhni, Nasrul Abit-Indra Catri, dan Mahyeldi-Audy tidak berbeda jauh.
“Pilkada Sumbar kali ini sangat dinamis. Persaingan sangat ketat,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Alasan ketiga Erizal ialah tingkat popularitas Nasrul Abit yang terlalu jauh dengan elektabilitasnya. Berdasarkan hasil survei Poltracking, popularitas Nasrul Abit 85,5 persen, Mulyadi 82,5 persen, Mahyeldi 81,3 persen, dan Fakhrizal 53,4 persen.

“Itu mustahil. Apa kesalahan Nasrul Abit terhadap Sumbar sehingga popularitasnya tinggi, sedangkan elektabilitasnya rendah? Poltracking sedang ingin menjatuhkan Nasrul Abit dengan mengatakan bahwa ia paling banyak dikenal, tapi tak banyak dipilih,” ujarnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB