Peneliti Geofisika ITB Gali Geomaknetik Sesar Sumatra untuk Mitigasi Bencana

Penulis -

Selasa, 10 September 2019 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Peneliti dari Institusi Teknologi Bandung atau ITB melakukan penelitian terkait geomaknetik Sesar Sumatra. Penelitian yang mencapai waktu 2,5 tahun dengan jarak 60 hingga 100 kilometer tersebut melintasi Kota Padang, Danau Maninjau, Pantai Tiku, Bukittinggi hingga seluruh Kabupaten Solok dan Sijunjung. Wilayah tersebut masuk dalam dua segmen yaitu Segmen Sianok dan Segmen Sumani.

Menurut Prof. Dr. Satria Bijaksana, pimpinan tim tersebut penilitian merupakan bagian dari Desirtasi salah seorang mahasiswannya yang mengambil S3 di ITB, dosen dari Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP). “Jadi penelitian kami di Sumatra Barat ini salah satu bagian desirtasi untuk saudara Arman Amir, Dosen UNP yang mengambil S3 di ITB. Jadi, sama-sama kita ketahui Sesar Sumatra ini adalah salah satu terpanjang di dunia dan paling aktif, itu terbagi segmen-segmen,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Segmen pertama lanjutnya, dua yang besar dan paling signifikan yaitu Segmen Sianok dan satu lagi Segmen Sumani. “Yang paling kentara Segmen Sumani ini adalah Danau Singkarak. Sementara sesar di segmen Sianok di Sianok sendiri dan di Danau Maninjau, meskipun merupakan danau vulkanik,” terangnya.

Penelitian tersebut mempelajari struktur batuan dibawah kawasan sesar tersebut. Sehingga diharapkan memahami sesar sumatra tersebut termasuk untuk menanggulangi mitigasi resiko bencananya.

“Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geomaknetik dengan memiliki luas 60-100 km. Dimulai dari kota padang ke Danau Maninjau, sisi barat ke timur pantai tiku sampai ke Bukittinggi. Sedangkan arah selatan di sekitar kota dan kabupaten Solok. pelaksanaan penelitian ini membutuhkan waktu dari 2 hingga 2,5 tahun,” ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Penelitian akan menggabungkan data geomaknetik dengan kegempaan. Dalam keilmuan geofisika, informasi tentang kegempaan juga memberikan indikasi struktur di bawah permukaan. Selama ini, ilmu pengetahuan tersebut belum dipaham dan sangat penting diketahui publik. Memahami dan mempelajari batuan di bawah sesar segmen Sumani dan Sianok. Bisanya, peneliti hanya mampu melihat dari permukaan saja. Berharap mekanisme terjadinya gempa sesar sumatra dapat diketahui, dan tidak lagi terlalu panik menghadapi bencana tersebut dikemudian hari.

“Dua daerah segmen Sianok dan segmen Sumani, terdapat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dengan adanya informasi ini, bisa memberikan tambahan ilmu pengetahuan kepada Tim Penanggulangan Bencana beserta seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Profesor Satria sempat memberikan edukasi kepada pelajar Sma Negeri 1 Tanjung Raya. Ia memotivasi siswa-siswi untuk seimbang antara inteletual (Ilmu Sains) dengan ilmu sosial dan budayannya. Analisa dan peka terhadap lingkungan merupakan bagian terpenting dalam segala ilmu pengetahuan. Karena inteletual bertujuan dan dimanfaatkan untuk kehidupan masnusia yang lebih baik. Bukan hanya semata untuk kepentingan pribadi dan kelompok sematan, melainkan untuk peradapan manusia yang lebih bermoral dan beretika.

“Tingkat kecerdasan siswa tidak hanya diukur dari ilmu pengetahuan yang didapat dalam teori-teori semata, melainkan bagaimana mengaplikasikan ilmu pengetahuan tersebut untuk kehidupan orang banyak. Sehingga bermanfaat untuk kemajuan dan peradapan manusia itu sendiri,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB