Tanjung Raya, Prokabar — Generasi penerus terutama pada pelajar merupakan aset bangsa yang harus dibekali berbagai benteng pertahanan dalam diri kepribadiannya. Bertujuan agar memiliki karakter dan prinsip hidup yang kuat, sehingga memiliki intelektual dan karaktersitik dalam menelaah sesuatu pemahaman, pemikiran dan bertindak.
Agar target tersebut dapat terwujud, dibutuhkan program atau rancangan kerja yang terukur dan disiplin. Dalam hal tersebut, SMPN 1 Maninjau memiliki metode tersendiri, untuk mendidik anak muridnya.
Meski salah satu sekolah umum di Kabupaten Agam, bekal pendidikan pertama yang harus diperkuat adalah Pendidikan Agam Islam. “Kita akan melaksanakan segala kegiatan diawali berdoa. Mereka dilatih membiasakan diri untuk selalu berdoa sebelum beraktifitas. Sehingga suasana lingkungan sekolah serasa Islami meski bukan sekolah agama,” ungkap Kepala SMPN 1 Maninjau.
Ia melanjutkan bekal pendidikan rohani khususnya pendidikan agama Islam menjadi prioritas selain mata pelajaran lainnya. Seperti sholat berjemaah, zikir dan doa bersama, ceramah agama dan khultum akan membuat kepribadian patuh dan taat kepada yang maha kuasa. Sehingga anak didik akan takut berbuat salah dan teguh pendirian kepada kebenaran.
“Intinya, Pendidikan Agama Islam adalah pondasi dasar dan benteng pertahanan terbaik dalam bertindak, bertutur kata, bersikap atau menetapkan sebuah kebijakan,” terangnya.
SMPN 1 Maninjau melibatkan kepala sekolah, guru dan komite sepakat, berusaha menciptakan sekolah bernuansa santri nan islam dalam sekolah umum ini. Sehingga membiasakan diri anak didik dalam tatanan nilai-nilai islami. “Seorang individu yang taat beribadah dan memahami ajaran Agama Islam, pasti takut berbuat dosa kezaliman. Setelah Hati dan pikirannya telah demikian, segala tindakan dan perkataan selalu terkontrol. Hal itu mengarahkan generasi penerus untuk menjadi generasi terbaik dengan pertahanan diri yang mantap,” pungkas Eva. (rud)
















