Pasaman, Prokabar – Hawa politik di Pasaman menjelang proses pencoblosan pada 27 November mendatang terus meningkat. Diyakini, tekanan demi tekanan saat proses pencoblosan nanti bakal terjadi kepada peyelenggara.
Menyikapi hal ini, Ketua Bawaslu Pasaman mulai merapatkan barisan dengan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Melalui rapat kerja teknis tentang pengawasan dan proses pemungutan serta perhitungan suara, Bawaslu ingin PTPS harus sigap dan cermat.
“Agar nantinya tidak terjadi pelanggaran saat proses pencoblosan dan penghitungan suara. Kami mewanti, tekanan terbesar itu ada pada proses pencoblosan dan penghitungan Pilkada Pasaman, karena ini bersentuhan langsung dengan masyarakat serta simpatisan para Paslon yang ada di lapangan,” kata Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita, Rabu (13/11).
Rini menjelaskan, rapat kerja teknis ini, juga akan dilanjutkan pada Kamis (14/11) ke pengawas tingkat nagari.
“Harapannya dengan dilaksanakan rapat kerja teknis ini disamping mereka memahami dan kuat pemahamannya terhadap regulasi logistik dan pemungutan suara, mereka juga harus mampu melakukan pengawasan di titik-titik rawan di dua tahapan tersebut,” Kata Rini.
Kemudian yang paling penting itu adalah dalam melakukan pengawasan, PTPS harus mampu melakukan upaya pencegahan ketika terjadi dugaan pelanggaran di TPS ataupun di saat pendistribusian logistik. (Ola)
















