Penata Musik Drama Musikal ‘Sherina’, Khalishah Isyana Gelar Resital Kelulusan ‘Baca Nada’

Penulis -

Jumat, 10 Mei 2019 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Nama Khalishah Isyana cukup dikenal dalam projek produksi musik lintas disiplin. Diantaranya drama musikal Sherina (2017 dan 2018 – Music Director, Composer, Arranger, Orchestrator, & Conductor), Pak Pandir Sebuah Muzikal (2018 – Arranger & Orchestrator), dan Dongeng Pohon Impian (2019 – Composer & Conductor).

Kali ini, wanita yang akrab disapa Nana kembali menunjukan bakatnya di acara resital kelulusan bertajuk ‘Baca Nada’. Nana membuat pertunjukan tersebut sebagai syarat kelulusan studinya di Daya Indonesia Performing Arts Academy (DIPAA).

Saat pertunjukan Resital Kelulusan

Pertunjukan yang digelar di Komunitas Teater Salihara ini, Nana mengajak tiga temannya tampil. Ketiganya adalah, Aloysius Cahyo Pradanto, Cecillia Cati, dan Indra Bayu Rusady.

Mereka membawakan empat lagu berdasarkan aransinya sendiri antara lain “Partita No. 2 in C Minor ‘Capriccio’ “ – J.S. Bach di mana Nana akan memainkan piano. Ia juga akan menyanyi dalam lagu ‘My Foolish Heart’ – Victor Young & Ned Washington.

“Selama lima tahun banyak sekali yang saya dapat di sini. Kadang orang berfikir belajar musik itu hanya main musik aja, sebetulnya nggak juga. Tapi di sini kita belajar sejarah, teori, ideology sebagai musisi, sosiologi, belajar semuanya,” tutur gadis berusia 24 tahun ini.

Dalam acara ini terlihat sekali Nana sangat menguasai beberapa lagu yang dibawakannya, gerakan tangannya yang lincah menghasilkan nada yang membuat penonton kagum akan penampilannya pada malam itu

Bukan hanya piawai memainkan tuts piano, bersama dengan Bigband, Nana juga menjadi konduktor pada lagu ‘Pipoca’ – Hermeto Pascoal. Pentas musik yang dibagi beberapa segmen ini hampir semuanya diisi oleh Nana dengan berbagai keahlian, bahkan juga menyanyi.

Yang menarik, pada sesi terakhir Nana membawakan lagu ‘Ambilkan Bulan Bu’ karya AT. Mahmud yang dipersembahkannya untuk ibundanya tercinta.

“Secara pendidikan nggak semua orang melihat musik itu ilmu pengetahuan, padahal musik itu kayak matematika, kayak fisika juga yang rumusnya segala macam. Jadi orang lebih menghargai musik dan lebih menghargai pekerjaan musisi tapi yang paling utama tidak melupakan identitas musiknya sendiri,” pungkas Nana. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan
‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”
Pemain Sinetron Cinta Sedalam Rindu SCTV Bagikan Pengalaman Syuting

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:37 WIB

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:03 WIB

Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB