Penanganan Bencana Di Maninjau, Prokabar.com – Masyarakat korban bencana banjir bandang melanda di Nagari Maninjau dan Nagari Sungai Batang (Kecamatan Tanjung Raya) membutuhkan penanganan cepat normalisasi sungai agar air tidak terus meluap ke pemukiman penduduk.
Khusus di Nagari Maninjau, tedapat dua titik luapan air sungai yang masih mengancam keselamatan jiwa masyarakat di lokasi bencana. Dan setidaknya butuh tiga alat berat untuk percepatan penanganan bencana alam ini.
“Kemaren sore Sabtu 6 Desember 2025, hujan lebat kembali turun. Akibatnya, air kembali besar dan merusak jembatan dan akses jalan darurat sederhana yang telah dibangun masyarakat sebelumnya. Agar air tidak kembali meluap, butuh minimal 3 unit alat berat mesin besar di Maninjau dan 4 unit alat berat di Nagari Sungai Batang,” ungkap Burma Datuak Pamuncak, Walijorong Labuah, kepada Prokabar.com, Minggu siang (7/11).
Terdapat 3 unit jembatan rusak dan dua jalan utama terban dan hancur akibat banjir bandang. Titip pertama berada di Jembatan Muaro Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau.
Titik kedua di Jembatan Balok, Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Alat berat telah bekerja sejak beberapa hari lalu. Dan terus membenahi aliran air sungai sampai saat ini. Agar cepat normalisasi sungai butuh 2 alat berat di Bancah Balok ini.
Selanjutnya di Jorong Kubu, Jorong Labuah dan Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang hugs butuh alat berat setidaknya dua unit. Sekarang yang bekerja baru satu unit. Pihaknya memaklumi, banyaknya bencana melanda wilayah Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Namun berharap pemerintah pusat dan Provinsi Sumatera Barat mampu menambah bantuan alat berat tambahan.
“Harapan kami, penambahan alat berat untuk penanganan bencana di Sungai Batang dan Maninjau dapat berjalan secara maksimal. Curah hujan yang masih tinggi, masih mengancam keselamatan masyarakat saat ini,” ujarnya. (rud)
















