Pemuda Sungai Limau Butuh Bimbingan Ninik Mamak, Ini Penyebabnya

Penulis -

Kamis, 19 Juli 2018 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Kondisi pemuda saat ini sudah jauh tertinggal terutama minimnya kontribusi dalam pembangunan daerahnya. Seolah-seolah tidak lagi diperhatikan Ninik Mamak, Pemerintah Daerah serta Komponen Masyarakat lainnya. Hal tersebut membuat mereka semakin tidak peduli (antipati) terhadap hubungan sosial kemasyarakatan di daerahnya.

Hal tersebut diungkapkan Zainal Efendi, salah seorang Tokoh Pemuda Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, kepada prokabar.com, Kamis (19/7). Ia menyebutkan, kondisi tersebut disebabkan lemahnya perhatian Tokoh Masyarakat kepada ‘Paga Nagari’ tersebut.

“Saat ini, Pemuda hanya fokus berolahraga saja. Dan memikirkan kepentingan kepemudaan semata. Sehingga keagamaan dan pendidikan sangat kurang mereka acuhkan. Pengayoman ninik mamak lemah dan hanya mementingkan diri mereka sendiri,”ungkapnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kondisi tersebut lanjutnya, tidak bisa disalahkan karena pemuda tidak pula berkoordinasi dan meminta wejangan ke Ninik Mamak. Apapun segala kegiatan selalu minta imbalan. Akibatnya semangat gotong royong lemah dan memudar di Sungai Limau.

“Parahnya, orgen tunggal di malam hari meski sudah dilarang melalui Perbup Nomor 13 Tahun 2016, tetapi tetap saja mereka langgar. Apalagi ketika perantau pulang kampung, acara orgen tunggal terlalu favorit ketimbang kesenian tradisional seperti Randai, Gandang Tambua Tasa serta kesenian lainnya,”lanjutnya.

Menurutnya, solusinya adalah merangkul dan pembinaan kembali pemuda-pemudi yang sudah mulai kehilangan arah dan degradasi moral tersebut. “Kapan perlu merangkul TNI dan Polri untuk untuk membuat program pembinaan khusus pada pemuda dan pemudi,”tutur Zainal.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tentu hal tersebut harus disokong Pemerintah Daerah. Tanpa perhatian serius dan bantuan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, semua harapan pembinaan mustahil terwujudkan.

Senada dengan Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Padang Pariaman, sekaligus Sekcam Sungai Limau, Anton W. T. Ia membenarkan kondisi tersebut butuh perhatian semua pihak agar bersatu padu membenahi banyak persoalan yang terjadi. “Sudah banyak kasus kriminal seperti pencurian dan narkoba di Sungai Limau beberapa tahun belakangan ini. Bahkan beberapa kasus kekerasan asusila terhadap anak dan perempuan di Sungai Limau. Termasuk seorang ayah merusak anak angkatnya. Namun sangat disayangkan, tidak ada respon pembinaan atau perlindungan terhadap psikologis pada korban,” kata Anton.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kami menduga lanjutnya, akibat mereka yang sering menonton video porno di henpon genggam maupun media elektronik lainnya. Penampilan fulgar artis orgen maupun artis sower juga berdampak buruk. “Saya setuju dengan Peraturan Bupati (PERBUP) nomor 13 tahun 2016 tentang orgen tunggal dilarang beraktivitas dimalam hari,”ungkapnya.

Ia menganjurkan, bila memang Perda itu terwujud, jangan mengatur bendanya (alat musik orgen tunggal), namun yang diatur itu nilai-nilai atau norma-norma pada sosial masyarakat.

“Kita harus lebih menonjolkan dan mbangkitkan kesenian dan kebudayaan asli, sehingga dengan sendirinya persoalan orgen tunggal aktif dimalam hari dengan artis berpakaian tidak sopan akan tersingkirkan dengan sendirinya,” kata Sekretaris KAHMI Padang Pariaman ini. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB