Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Pemuda Sungai Limau Butuh Bimbingan Ninik Mamak, Ini Penyebabnya

Dibaca : 815

Padang Pariaman, Prokabar – Kondisi pemuda saat ini sudah jauh tertinggal terutama minimnya kontribusi dalam pembangunan daerahnya. Seolah-seolah tidak lagi diperhatikan Ninik Mamak, Pemerintah Daerah serta Komponen Masyarakat lainnya. Hal tersebut membuat mereka semakin tidak peduli (antipati) terhadap hubungan sosial kemasyarakatan di daerahnya.

Hal tersebut diungkapkan Zainal Efendi, salah seorang Tokoh Pemuda Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, kepada prokabar.com, Kamis (19/7). Ia menyebutkan, kondisi tersebut disebabkan lemahnya perhatian Tokoh Masyarakat kepada ‘Paga Nagari’ tersebut.

“Saat ini, Pemuda hanya fokus berolahraga saja. Dan memikirkan kepentingan kepemudaan semata. Sehingga keagamaan dan pendidikan sangat kurang mereka acuhkan. Pengayoman ninik mamak lemah dan hanya mementingkan diri mereka sendiri,”ungkapnya.

Kondisi tersebut lanjutnya, tidak bisa disalahkan karena pemuda tidak pula berkoordinasi dan meminta wejangan ke Ninik Mamak. Apapun segala kegiatan selalu minta imbalan. Akibatnya semangat gotong royong lemah dan memudar di Sungai Limau.

“Parahnya, orgen tunggal di malam hari meski sudah dilarang melalui Perbup Nomor 13 Tahun 2016, tetapi tetap saja mereka langgar. Apalagi ketika perantau pulang kampung, acara orgen tunggal terlalu favorit ketimbang kesenian tradisional seperti Randai, Gandang Tambua Tasa serta kesenian lainnya,”lanjutnya.

Menurutnya, solusinya adalah merangkul dan pembinaan kembali pemuda-pemudi yang sudah mulai kehilangan arah dan degradasi moral tersebut. “Kapan perlu merangkul TNI dan Polri untuk untuk membuat program pembinaan khusus pada pemuda dan pemudi,”tutur Zainal.

Tentu hal tersebut harus disokong Pemerintah Daerah. Tanpa perhatian serius dan bantuan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, semua harapan pembinaan mustahil terwujudkan.

Senada dengan Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Padang Pariaman, sekaligus Sekcam Sungai Limau, Anton W. T. Ia membenarkan kondisi tersebut butuh perhatian semua pihak agar bersatu padu membenahi banyak persoalan yang terjadi. “Sudah banyak kasus kriminal seperti pencurian dan narkoba di Sungai Limau beberapa tahun belakangan ini. Bahkan beberapa kasus kekerasan asusila terhadap anak dan perempuan di Sungai Limau. Termasuk seorang ayah merusak anak angkatnya. Namun sangat disayangkan, tidak ada respon pembinaan atau perlindungan terhadap psikologis pada korban,” kata Anton.

Kami menduga lanjutnya, akibat mereka yang sering menonton video porno di henpon genggam maupun media elektronik lainnya. Penampilan fulgar artis orgen maupun artis sower juga berdampak buruk. “Saya setuju dengan Peraturan Bupati (PERBUP) nomor 13 tahun 2016 tentang orgen tunggal dilarang beraktivitas dimalam hari,”ungkapnya.

Ia menganjurkan, bila memang Perda itu terwujud, jangan mengatur bendanya (alat musik orgen tunggal), namun yang diatur itu nilai-nilai atau norma-norma pada sosial masyarakat.

“Kita harus lebih menonjolkan dan mbangkitkan kesenian dan kebudayaan asli, sehingga dengan sendirinya persoalan orgen tunggal aktif dimalam hari dengan artis berpakaian tidak sopan akan tersingkirkan dengan sendirinya,” kata Sekretaris KAHMI Padang Pariaman ini. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top