Tanah Datar, Prokabar – Untuk mendapatkan tiket maju sebagai peserta Pilkada Tanah Datar 2020, Wahyu Iramana Putra mendaftar ke Partai Hanura, Jumat (13/12). Kedatangan ketua DPD Golkar Kota Padang ini turut diantarkan tokoh masyarakat dan pemuda serta bundo kanduang dari beberapa Nagari. Selain itu, beliau turut diantar oleh barisan Pemuda Pancasila Tanah Datar.
Di hadapan Pengurus dan ketua penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati dari partai asuhan Oesman Sapta Odang, mantan Wakil Ketua DPRD Padang ini mengaku Jumat berkah mendaftar di Hanura dapat membulatkan tekadnya untuk maju dari Hanura.
Pada kesempatan itu, Wahyu juga menyampaikan visi dan misinya untuk maju sebagai kepala daerah. Jika diamanahkan menjadi Calon Bupati oleh masyarakat Luhak Nan Tuo, peningkatan ekonomi masyarakat Tanah Datar akan jadi prioritas kerja.
Menurut Wahyu, 70 persen profesi masyarakat Tanah Datar bertumpu pada sektor pertanian, untuk itu perlu ada pengembangan dan pengelolaan yang lebih baik. Politisi Golkar ini juga mengatakan, petani Tanah Datar harus terbebas dari tengkulak.
“Kita bangun nanti trading house atau koperasi yang bisa dikelola oleh nagari. Nanti petani tidak perlu lagi bertumpu pada tengkulak. Petani harus “manjamua” padi halaman rumah. Jangan setiap pulang padi, langsung dibawa tengkulak,” ucapnya.
Pada sektor pendidikan, Wahyu mengungkapkan, Luhak Nan Tuo sebagai “pusek jalo pumpunan ikan” di bumi Minangkabau, maka perlu sebuah upaya untuk menciptakan pelajar yang beriman dan bertaqwa.
“Jika perlu, nantinya dibangun sebuah yayasan yang khusus memperdalam ilmu agama, agar anak-anak berprestasi Tanah Datar tidak lagi bersekolah ke kota dan kabupaten lain,” tambahnya.
Sementara itu, H Eri Munafri yang turut mengantarkan Wahyu ke DPC Hanura Tanah Datar mengatakan jika ia percaya Wahyu mampu memimpin Tanah Datar. Jika beliau salah nantinya, ia mengaku yang akan turun langsung menegur.
“Saya percaya dia (Wahyu) mampu menjadikan Tanah Datar menjadi lebih baik. Jika dia salah, saya yang akan menegur dia langsung. Saya tidak mendaftar, karena ada beliau yang lebih bisa dan pantas,” kata mantan ketua PSSI Tanah Datar itu.
Ketua penjaringan pendaftaran bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar M Syukur mengatakan, Wahyu merupakan orang ketiga yang mengembalikan formulir pendafataran, setelah Betty Sadiq Pasadigue dan Basri Latief. Untuk kader Golkar, Wahyu merupakan orang pertama yang mendaftar.
Lebih lanjut M Syukur mengungkapkan, bagaimanapun Hanura dalam pilkada mendatang harus berkoalisi dengan partai lain. Saat ini Hanura Tanah Datar hanya memiliki 3 kursi, dan butuh 4 kursi agar bisa menjadi partai pengusung pada pilkada mendatang.
“Dengan jumlah kursi yang kita miliki, tentu kita harus berkoalisi dengan partai lain. Tentunya, kita tidak akan melarang bakal calon untuk berkomunikasi dengan partai lain,” ucapnya lagi.(eym)
















